13.8 C
New York
Kamis, Desember 1, 2022
spot_imgspot_img

OJK Gelar Lomba Pelajar Berhadiah 25 Juta Dorong Satu Rekening Satu Pelajar

Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar lomba berhadiah Rp25 juta untuk pelajar di Provinsi Kepri. Lomba digelar untuk anak-anak pelajar, dengan beberapa kategori. Mulai lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba video tik-tok, dengan tema menabung itu mudah.

Kompetisi pelajar di Kepri itu, diungkapkan, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rony Ukurta Barus, Sabtu (21/8). Dikatakan, lomba digelar, dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan serta mendorong minat menabung masyarakat.



Dimana, Presiden Joko Widodo telah menetapkan
Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Hari Indonesia Menabung yang ditetapkan pada setiap tanggal 20 Agustus.

“Menindaklanjuti Arahan Presiden, OJK bersama Kementerian/Lembaga terkait dan Industri Perbankan telah menginisiasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah diluncurkan pada tanggal 5 Oktober 2020,” ujar Rony.

Disebut, sebagai salah satu bentuk aksi dalam mendukung Keputusan Presiden serta komitmen dalam implementasi program KEJAR, OJK Kepulauan Riau mengadakan kegiatan KEJAR Kreasi Anak Indonesia (KREASI) dengan tema “Satu Rekening Satu Pelajar, Wujudkan Impian Anak Indonesia”.

Adapun target peserta dalam pelaksanaan kegiatan KREASI adalah Pelajar dan Orangtua/Wali Pelajar, dengan beberapa rangkaian perlombaan yang terdiri dari:

1. lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar/sederajat kelas 4,5, dan 6;
2. Lomba menggambar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat;
3. Lomba video tik-tok tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan tema “Menabung itu mudah”.

Pada kegiatan Puncak Kreasi tanggal 24 Agustus 2021, OJK Kepulauan Riau juga menyelenggarakan Webinar Menciptakan Generasi Cerdas Keuangan dengan target peserta adalah Orang Tua/Wali dari para peserta lomba, dan rencananya akan
dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau.

Pemilihan target peserta yaitu pelajar, dilatarbelakangi oleh hasil Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kelompok pelajar pada tahun 2019. Dimana tingkat literasi keuangan kelompok usia 15-17 tahun sebesar 15,92% dan tingkat inklusi keuangan kelompok usia 15-17 tahun sebesar 58,28%.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan relatif masih rendah. Manfaat menabung untuk anak sejak dini juga bisa melatih mereka untuk mengajarkan bagaimana caranya menyisihkan uang untuk dana darurat.

Dengan membudayakan kebiasaan menabung dapat memberikan edukasi kepada anak-anak bagaimana cara meraih apa yang diinginkan namun juga untuk mempersiapkan uang untuk keperluan hal yang tak terduga.Kondisi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga yang menyadarkan kita tentang kondisi yang tidak pasti yang harus dihadapi dengan persiapan keuangan.

Menanamkan budaya menabung sejak dini dapat memberikan manfaat, agar anak-anak lebih menghargai uang, menghindari perilaku konsumtif, serta memberikan pemahaman pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga nantinya generasi Indonesia dapat memaksimalkan potensi asset yang dimiliki, untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.(am)

Related Articles

Stay Connected

143FansSuka
51PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles