15.5 C
New York
Minggu, Oktober 2, 2022
spot_imgspot_img

Harta Karun Bahan Baku Pembangkit Tenaga Nuklir di Lumpur Lapindo

Penelitian sebaran lumpur Lapindo di sepanjang Kali Porong dan Selat Madura yang dilakukan oleh Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL) pada bulan April 2008. Foto-https://mgi.esdm.go.id

Jakarta – Meski menjadi momok selama 15 tahun, rupanya lokasi semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Tengah dilaporkan memiliki ‘harta karun’ super langka di Indonesia.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat temuan baru berkenaan dengan ‘harta karun’ di lumpur Lapindo, yakni mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth.

Tidak hanya itu, Badan Geologi Kementerian ESDM juga mencatat adanya potensi logam raw critical material yang jumlahnya besar dan melebihi kapasitas logam tanah jarang di daerah tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono menyampaikan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait mineral logam tanah jarang di Lumpur Lapindo, Sidoarjo sejak tahun 2020 lalu.

“Tahun 2020 penyelidikan di sana, dan teman-teman kami terlibat dan lakukan kajian secara umum di Sidoarjo,” katanya.

Diakui, ada indikasi logam tanah jarang ini, selain logam tanah jarang ada logam raw critical material. “Yang logam raw critical material, jumlahnya lebih besar dari logam tanah jarang,” paparnya.

Tahun 2021, Badan Geologi Kementerian ESDM sudah melakukan kajian secara mendetail atas temuan tersebut dan hingga kini hasilnya masih dalam pemrosesan. Eko mengatakan hasil kajian baru akan diberikan kepada publik jika sudah tuntas dilakukan.

“Tahun 2022 kami lakukan kajian dengan Ditjen Minerba, dan kerjasama dengan salah satu Litbang ESDM pusat yakni Tekmira terkait potensi untuk logam tanah jarang tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini sedang diintegrasikan sehingga nanti kita bisa tahu potensi logam tanah jarang di Sidoarjo. Dimana, logam tanah jarang berfungsi sebagai bahan baku energi dalam pembuatan baterai, dan dalam hal ini bisa sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Bahkan, mineral tanah jarang juga bisa menjadi bahan baku pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN),” sebutnya.***

Related Articles

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles