12.4 C
New York
Rabu, Oktober 5, 2022
spot_imgspot_img

Dikeluhkan Larangan Sapi Dan Kambing Masuk Batam Jelang Idul Adha

Batam – Asosiasi Pedangan Hewan Ternak Batam (APHTB) Kota Batam mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat melarang sapi dan kambing masuk ke Kota Batam. Dimana, kebijakan itu membawa pihak Kantor Karantina Kuala Tungkal menyetop sapi dan kambing yang akan dikirim ke Kota Batam.

Hal ini disampaikan Penasehat APHTB Batam, Musofa saat pertemuan dengan Ketua DPRD Kota Batam diruang Rapat Pimpinan, Kamis (19/5/2022). “Kepada siapa lagi kami mengeluhkan kebijakan ini, jika bukan kepada wakil rakyat yang ada DI DPRD Kota Batam, terang Mustofa.

“Penghentian pengiriman sapi dan kambing ke Kota Batam dikhawatirkan adanya penyakit Penular pada hewan tersebut. Kebijakan yang baru diterima oleh penyedia hewan untuk Qurban tahun ini  menerima keluhan kebijakan pemerintah,” ungkap Musofa.

Karena itu, pihaknya berharap kepada DPRD Kota Batam agar membantu persoalan  yang dihadapi oleh warga terlebih penyedia hewan qurban. Kebutuhan sapi dan kambing menjelang Idul Adha berkisar 3500 ekor sap, 18 ribu ekor kambing.

“Batam bukanlah daerah penghasil hewan tersebut, kebutuhan sapi dan kambing didatangkan dari luar Batam yakni Sumatera dan Jawa. Nah, sekarang sapi dan kambing saat ini ditahan di Kuala Tungkal, Riau tidak diperbolehkan masuk ke Batam,”terang Mustofa.

Ditempat yang sama Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menyatakan, sebagai DPRD Kota Batam fungsi pengawasan mendukung kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah jika untuk yang lebih baik lagi. Hal ini dilakukan agar lebih kehati-hatian. Berhati- hati terhadap penyakit hewan kuku dan lainya. Pemerintah janganlah kaku.

“Daerah kita bukan penghasil atau peternak. Batam merupakan daerah transit. Hati-hati wajib akan tetapi tak boleh kaku. Untuk mendatangkan hewan ternak agar lebih selektif ditetapkan oleh instansi terkait bebas dari penyakit kan bisa,” terang Nuryanto.

Diungkapkan, biasanya kebutuhan dan kepentingan jelang  Hati Raya Idul Adha sejak tahun 2020,2021 sapi sekitar 2000 ekor, kambing belasan ribu. Ekonomi saat ini sudah membaik dan pandemi sudah melandai. Dengan adanya kebijakan lemerintah yang kaku tentu akan menghambat mendatangkan hewan kurban.

“Teknisnya teman-teman eksekutif dipadukan dengan kebijakan lokal. Pihaknya akan terus memfasilitasi kepentingan masyarakat,” bebernya.

Diungkap, upaya pembudidayaan sendiri hewan di Kota Batam belum ada dilakukan dan tentunya lokasi dan lahan sangat dibutuhkan. “Di Kota Batam ada agro pertanian yg dikelola oleh BP Batam. Dewan akan terus mendorong agar Batam bisa menghasilkan hewan ternak sapi, kambing dan lainya,” sambung dia.

Menurutnya, Kekhawatiran pemerintah terkait penularan penyakit hewan yakni PMK ini perlu diantisipasi dan dicari jalan keluarnya bukannya menyetop supplaynya di wilayah tersebut.  Sebelum Pandemi Covid-19 kebutuhan rutin di Kota Batam, pangsa pasar sebesar 30 persen. Kambing 15-18 ribu kebutuhan. 80-100 ekor per minggu di Sei temiaang.

“DPRD Kota Batam akan membuat rekomendasi atas kegelisahan masyarakat, pengurus masjid dan pedagang hewan di Kota Batam terkait pasokan hewan qurban di Kota Batam,”terang Nuryanto mengakhiri.(am)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles