11.9 C
New York
Rabu, Oktober 5, 2022
spot_imgspot_img

Lewat Operasi Pasar, Pemko Batam Distribusikan 11 Juta Liter Minyak Goreng

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, menyiapkan operasi pasar dengan mendistribusikan sekitar 11 juta liter minyak goreng. Operasi pasar disiapakn untuk menekan harga minyak goreng yang naik signifikan pada akhir tahun 2021 lalu. Diperkirakan, operasi pasar minyak goreng murah dapat dilaksanakan pekan depan,

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, Sabtu (8/1), mengatakan operasi pasar program Pemerintah 11 liter minyak goreng tersebut masih dalam proses persiapan. 

“Dua hari lalu baru diserahkan data base, untuk dikirimkan ke seluruh Indonesia,” ujar Gustian.

Diakui, harga minyak goreng saat ini mengalami kenaikan karena dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia yang naik menjadi USD1.340/MT. CPO yang merupakan bahan baku minyak goreng.

Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan per 3 Januari 2022, harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp17.900 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp18.500 per liter dan minyak goreng premium seharga Rp20.300 per liter.

Dikatakan Gustian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau sudah menunjuk satu perusahaan distributor di Batam sebagai penyedia minyak goreng murah untuk operasi pasar tersebut. 

“Nama perusahaannya saya lupa, yang penting sudah ada ditunjuk, sehingga operasi pasar minyak goreng bisa dilaksanakan dalam waktu dekat,” jelasnya. 

 Ia mengakui operasi pasar tersebut memang tertunda cukup lama, alsannya karena perusahaan penyedia belum ditunjuk.

“Nah sekarang sudah ditunjuk, jadi minggu depan bisa clear, jadi mudah-mudahan bisa diatasi persoalan bantuan pemerintah ini,” kata dia. 

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan 11 juta liter minyak goreng diperuntukan bagi masyarakat melalui operasi pasar. Bantuan tersebut berupa minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14 ribu per liter. 

Pemerintah akan menggunakan instrumen subsidi yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.(am)

Related Articles

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles