15.5 C
New York
Minggu, Oktober 2, 2022
spot_imgspot_img

Hardi Saat di Teman Ngopi: Sorot Visi Kemaritiman Tak Jalan di Kepri

Batam – Pembangunan di Kepri, dinilai belum berbasis kemaritiman. Sementara, Provinsi Kepri merupakan daerah kelautan. Sehingga tidak hanya pemerintahan yang memiliki visi kemaritiman kuat, namun perguruan tinggi, berbasis kemaritiman.

Pernyataan itu dilontarkan politisi Kepri yang memiliki basis pendidikan keguruan, Hardi S Hood, Jumat (2/9/2022) di Batam, dalam bincang santai dengan group Teman Ngopi. Hadir pada kesempatan itu, jurnalis Kepri seperti Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, Ramon Damora, Andi Gino, Novianto, Rizal Saputra, Syahrullah, Haryanto, Qori UF, Dedi Swada dan lainnya.

“Agak aneh kalau di Provinsi Kepri, tidak ada visi kemaritiman yang kuat. Pembangunan kemaritiman tidak jalan,” kata Hardi.

Dengan mimik serius, Hardi juga menyentil soal Gubernur Kepri, mendapat penghargaan dibidang Pertanian. “Agak aneh dapat penghargaan bidang Pertanian di daerah kelautan,” sambungnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebelumnya mendapat penghargaan Bidang Pertanian 2022 Dari Kementan RI. Dinilai, Gubernur Kepri harus punya visi Kelautan yang kuat.

“Agak aneh mendapat penghargaan diibidang pertanian. Kita basicnya kelautan. Bukan tidak boleh. Tapi harus kemaritiman dulu,” terang dia.

Diungkapkan Hardi, Kepri sekarang masih banyak bicara apa yang didarat. Sementara basis Kepri merupakan kelautan. Sehingga dinilai, lebih tepat jika Kepri banyak mengembangkan kelautan.

“Kita harusnya banyak bicara konsep kemaritiman. Jadi seharusnya dapat pengargaan di kelauatan,” ulangnya.

Diungkapkan, saat Gubernur Kepri dijabat HM Sani dan Hardi S Hood sebagai anggota DPD RI, pengembangan kemaritiman sudah disiapkan. Rencana kerjasama dengan Thailand sudah disiapkan.

“Thailan sudah mau join dengan kita. Kerjasama mulai penangkapan sampai pengolahan. Penangkapan di nelayan kita. Thailand soal perikanan sangat kuat. Itu sudah kita bahas dengan pak Sani dulu,” beber dia.

Hardi juga menyentil Universitas Maritim Raja Ali Haji, yang tidak memperkuat Fakultas Perikanan. Dimana, dari daerah perguruan tinggi berdiri di daerah kemaritiman, namanya juga memuat kata Maritim.

“Jadi Umrah balik saja ke basic. Kemaritiman. Jadi agak aneh jika disana kuat jurusan soal keguruan. Kalau akademik atau keguruan disana kuat, harus dikombain dengan kemaritiman,” pesan Hardi.(am)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles