4.1 C
New York
Senin, Februari 26, 2024
spot_imgspot_img

Investor Pasar Modal di Batam Capai 75.142, Tapi Pertumbuhan Tertinggi di Natuna

Kepala Kantor OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus

Batam – Kepala Kantor OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus, mengungkapkan pertumbuhan Industri Pasar Modal di Kepulauan Riau. Hingga April 2023 mencatakan pertumbuhan investor sebesar 22,78 persen yoy menjadi 110.822 investor. Persentase pertumbuhan investor terbesar tercatat di Kabupaten Natuna dengan peningkatan jumlah investor sebesar 37,3 persen menjadi 2.194 investor, diikuti Kabupaten Kepulauan Anambas meningkat 28,2 persen menjadi 1.023 investor.

Kemudian, dan Kabupaten Bintan meningkat 27,34 persen menjadi 5.696 investor. Adapun investor terbanyak berada di Kota Batam dengan jumlah 75.142 investor dengan tingkat pertumbuhan sebesar 22,43 persen.

Kepemilikan saham oleh investor di Kepri juga tercatat meningkat signifikan, di mana pada posisi April 2023 tercatat sebesar Rp4,76 triliun, atau meningkat sebesar 71,62 persen yoy. Persentase pertumbuhan kepemilikan saham terbesar tercatat di Kabupaten Bintan dengan pertumbuhan sebesar 221,74 persen yoy menjadi Rp105 miliar, diikuti Kota Batam.

“Dengan pertumbuhan sebesar 81,73 persen yoy menjadi Rp4,10 triliun, dan Kabupaten Anambas dengan pertumbuhan sebesar 35,64 yoy menjadi Rp2,46 miliar,” imbuhnya.

Hingga Saat ini, terdapat lima perusahaan terbuka (emiten) yang berkantor pusat di Provinsi Kepulauan Riau yang sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat. Selain itu, terdapat 11 Perusahaan Efek dan satu Perusahaan Manajer Investasi yang berkantor cabang di Provinsi Kepulauan Riau. Sehingga, demi keamanan dana masyarakat, para calon investor diimbau untuk memastikan terlebih dahulu legalitas Perusahaan Efek atau Manajer Investasi sebelum melakukan transaksi.

  • Perkembangan Industri Keuangan Non-Bank

Diungkap Rony, perkembangan sektor IKNB. Pendapatan premi asuransi jiwa periode Januari-Maret 2023 mencapai Rp370,7 miliar atau terkontraksi 1,53 persen yoy (Maret 2022: Rp376,47 miliar). Pendapatan premi asuransi jiwa juga terkontraksi secara nasional sebesar 1,33 persen.

“Demikian, pendapatan premi asuransi umum masih tumbuh sebesar 33 persen yoy menjadi Rp158,95 miliar, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 12,87 persen,” katanya.

Di sisi lain, nilai outstanding piutang pembiayaan tumbuh secara signifikan sebesar 29,8 persen yoy pada April 2023 menjadi sebesar Rp4,65 triliun, didukung oleh pertumbuhan pembiayaan multi guna dan pembiayaan investasi masing-masing sebesar 71,05 persen dan 23,18 persen. Pertumbuhan piutang pembiayaan juga ditopang dengan profil risiko perusahaan pembiayaan yang masih terjaga bahkan mengalami perbaikan, dengan rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat turun menjadi 0,8 persen (April 2022: 1,02 persen).  

Kinerja fintech peer to peer (P2P) lending pada April 2023 masih mencatatkan pertumbuhan positif dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 39,5 persen yoy (Maret 2022: Rp309,57 miliar), lebih baik dari pertumbuhan outstanding pembiayaan P2P lending secara nasional yaitu sebesar 36,45 persen. Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP 90) juga membaik, turun menjadi 2,2 persen (Desember 2022: 2,34 persen). 

“Pelaku usaha Pergadaian di Kepulauan Riau juga bertumbuh baik secara entitas, selama periode Triwulan IV 2022 sampai dengan triwulan I tahun 2023 terdapat penambahan dua entitas, sehingga total perusahaan gadai di Kepulauan Riau tercatat menjadi 12 entitas, termasuk gadai persero dan gadai swasta,” urainya.(am)

Related Articles

Stay Connected

142FansSuka
54PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles