4.1 C
New York
Senin, Februari 26, 2024
spot_imgspot_img

OJK Ungkap Aset Bank Umum di Kepri 106 Triliun dan Salurkan 46 Triliun Kredit

Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengungkap Industri Jasa Keuangan (IJK) Kepri yang tumbuh positif, sejak awal tahun 2023. Pertumbuhan berlangsung, di tengah kinerja perekonomian nasional yang relatif stabil. Pertumbuhan positif itu menunjukkan stabilitas serta profil risiko yang terjaga di April 2023.

Tidak hanya itu, menurut Kepala Kantor OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus, Jumat (16/6/2023), kondisi likuiditas pun berada dalam tingkat yang memadai. Dimana, April 2023, walaupun secara ytd pertumbuhan aset bank umum di Kepri, hanya tumbuh sebesar 0,69 persen.

“Namun pertumbuhan aset bank umum secara yoy tercatat tumbuh 16,35 persen menjadi Rp106,78 triliun (April 2022: Rp91,77 triliun). Pertumbuhan aset bank umum di Kepulauan Riau melampaui pertumbuhan aset bank umum yoy secara nasional yaitu sebesar 7,47 persen,” ungkap Rony.

Kemudian, penyaluran kredit bank umum di Kepulauan Riau posisi April 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 11,71 persen yoy menjadi Rp46,19 triliun. Sementara April 2022, ada diangka Rp41,34 triliun. Demikian dengan dana pihak ketiga (DPK) yang mengalami pertumbuhan positif.

“Tumbuh sebesar 13,48 persen yoy menjadi Rp75,65 triliun (April 2022: Rp66,66  triliun). Pertumbuhan penyaluran kredit dan DPK di Kepulauan Riau posisi April 2023 juga tumbuh di atas pertumbuhan nasional yang mencapai 8,08 persen dan 6,82 persen,” jelasnya.

Diakui, pertumbuhan positif dari intermediasi bank umum juga didukung dengan perbaikan tingkat risiko kredit, dimana Non Performing Loan (NPL) bank umum posisi April 2022 sebesar 2,14 persen, yang juga lebih baik dari NPL bank umum secara nasional yaitu sebesar 2,53 persen.

“Aset BPR/S di Kepulauan Riau posisi April 2023, tercatat tumbuh 13,96 persen menjadi Rp8,99 triliun (April 2022: Rp7,89 triliun). Pertumbuhan aset BPR/S tersebut ditopang dari pertumbuhan kredit sebesar 20,73 persen, menjadi Rp6,799 triliun (April 2022: Rp5,629 triliun) dan pertumbuhan DPK sebesar 12,24 persen,” terangnya.

Demikian, diakui ada peningkatan tingkat risiko kredit BPR/S di Kepulauan Riau, di mana NPL/NPF tercatat sebesar 5,74 persen (Desember 2022: 4,74 persen). Peningkatan NPL/NPF BPR/S di Kepri, antara lain disebabkan adanya penyesuaian kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. Sehingga BPR/S melakukan asesmen terhadap debitur terdampak Covid-19 terkait keberlanjutan pemberian restrukturisasi atau dilakukan penetapan kualitas kredit secara normal.

“Itu mengacu POJK Kualitas Aktiva Produktif dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) BPR. Terkait hal tersebut, KOJK Kepri secara intensif akan melakukan pemantauan untuk memastikan perbaikan NPL/F BPR/S di Kepri,” sambung Rony.

  • Perkembangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen

Dari sisi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, sejak Januari 2023, Kantor  OJK  Provinsi Kepulauan Riau menerima 877 layanan konsumen, dengan rincian sebanyak 53 pengaduan konsumen, 123 informasi dan 701 pertanyaan. Dari 53 pengaduan konsumen, pengaduan konsumen dari perbankan sebanyak 25 pengaduan (47,17 persen), sebanyak 8 pengaduan dari perusahaan asuransi (15,09%), sebanyak 11 pengaduan dari perusahaan pembiayaan (20,75 persen),  sebanyak 7 pengaduan dari perusahaan fintech (13,20 persen) sebanyak 2 pengaduan dari IKNB lainnya (3,77 persen). 

“Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan layanan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) sebanyak 1.886 Layanan, baik secara online (sebanyak 1.438 layanan) maupun yang walk in, sebanyak 448 layanan,” beber Rony.

Di sisi pemberantasan pinjaman online ilegal dan investasi ilegal, OJK bersama seluruh anggota Satgas Waspada Investasi (SWI) dari 12 Kementerian/Lembaga melakukan penanganan investasi dan pinjaman online ilegal. Sampai dengan 31 Mei 2023, SWI menghentikan 15 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin serta menindaklanjuti temuan 155 platform pinjaman online ilegal dengan penghentian kegiatan setiap entitas ilegal dimaksud.

Untuk menangani isu pelindungan konsumen sektor jasa keuangan dan mendorong pemerataan literasi dan inklusi keuangan, OJK juga mendorong program literasi dan inklusi keuangan secara masif baik secara tatap muka (offline) maupun daring (online) melalui Learning Management System (LMS) dan media sosial. Selain itu, hingga Mei 2023, OJK Kepulauan Riau telah melaksanakan 12 Kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau sekitar 1.153 peserta.

OJK Kepulauan Riau bekerjasama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kepulauan Riau pada tahun 2023 akan fokus kepada perluasan akses keuangan di daerah perdesaan. Saat ini, Desa Pongkar (Kabupaten Karimun) dipilih menjadi pilot project dalam program ekosistem keuangan inklusif di daerah perdesaan. 

OJK mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati apabila menerima penawaran baik terkait investasi maupun pembiayaan/pinjaman online. Selain itu, masih terdapat modus penipuan dan pencurian data berupa username dan password perbankan atau data penting lainnya menggunakan jaringan internet, yaitu Sniffing yang saat ini juga sedang marak. Beberapa tips agar masyarakat tidak menjadi korban modus Sniffing antara lain sebagai berikut:

Jangan sembarangan unduh aplikasi atau men-gklik tautan yang dikirim melalui SMS/WhatsApp/E-mail, terlebih dari nomor yang tidak dikenal. Diminta untuk mengecek keaslian telepon/SMS/WhatsApp yang menghubungi ke call centre resmi perusahaann. Kemudian, Hanya unduh aplikasi resmi dari sumber resmi (website resmi perusahaan, App Store, Play Store).

Selanjutnya, Aktifkan notifikasi transaksi rekening (debet/kredit). Cek histori rekening secara berkala. Ganti password secara berkala. Jangan gunakan Wi-Fi publik/free Wi-Fi untuk bertransasksi keuangan. 

“Kita mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari Pemerintah Daerah, Lembaga Jasa Keuangan dan seluruh masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau untuk bahu membahu dalam mewujudkan penyelenggaraan sektor jasa keuangan Kepulauan Riau yang sehat dan bertumbuh,” harap,” Rony Ukurta Barus.

Related Articles

Stay Connected

142FansSuka
54PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles