12.4 C
New York
Rabu, Oktober 5, 2022
spot_imgspot_img

BWP Bantu Warga Tanjunguma Berantas DBD



Batam – Bersamaan ASEAN Dengue Day (ADD) atau Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN, Manajemen Best Western Premier (BWP) Panbil mengadakan aksi fogging atau pengasapan. Mereka membantu warga memerangi serangga, khususnya nyamuk DBD. Pemukiman penduduk dilakukan penyemprotan pestisida murni yang diarahkan oleh sebuah pompa udara.

Aksi sosial digelar dengan menggunakan dana tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Sebagaimana rilis manajemen BWP, Senin (21/6), kegiatan berlangsung di RT 01 / RW 02 Tanjung Uma, Batam, tepatnya 18 Juni 2021. Kegiatan digelar bekerjasama dengan PT Rentokil Indonesia.



“Kami mengapresiasi fogging/pengasapan yang dilakukan BWP Panbil dan PT Rentokil Indonesia karena musim hujan akan segera datang. Diharapkan bahwa pengasapan ini dapat dengan tepat sasaran membunuh para serangga, khususnya nyamuk dan jentuk-jentik nyamuk yang sekiranya berada di lingkungan RT 01 tersebut,” harap Ketua RT 01 / RW 02 Tanjung Uma, Raja Idris.

Pada kesempatan itu, BWP menurunkan empat tim, dengan dipimpin Aris Setiawan selaku Executive Housekeeper, Hanna Kurniawati selaku Senior Marketing Communication Manager, Desiana selaku Executive Secretary dan Cecep Abdurohim selaku Asst Sales Manager, serta perwakilan PT Rentokil Indonesa Heri A. Setiawan selaku Customer Development Executive dan Bapak Deki Candra selaku teknisi.

“Kami mewakili seluruh Manajemen hotel Best Western Premier Panbil mengucapkan terima kasih atas ijin dan kesempatan yang diberikan, untuk melakukan pengasapan dalam rangka CSR Hari DBD ASEAN,” kata Hanna.

Disebut, sehubungan saat ini masih dalam masih pandemi Covid-19, tim yang diturunkan tidak banyak. Pembatasan kegiatan dilakukan, untuk menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat dan perwakilan perusahaan dan hotel.

“Kami berharap dengan diadakannya pengasapan ini, warga Tanjung Uma, khususnya RT 01 / RW 02 dapat terhindar dari demam berdarah dengue yang dapat mengincar khususnya pada musim penghujan,” harap Hanna.

Hari DBD ASEAN sendiri, pertama kali digagas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 di Hanoi, Vietnam, sebelumnya. Indonesia menjadi pelopor peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEA pada 15 Juni 2011. “Dengan adanya peringatan Hari DBD ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit demam berdarah dengue secara berkelanjutan,” ujarnya mengakhiri.***

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles