Direktur BI Kepri Ungkap Kondisi Inflasi Februari dan Perkiraan Maret

oleh -
oleh

Batam – Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang juga Kepala/Direktur Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Suryono mengungkapkan kondisi inflasi terbaru. Kepri mengalami inflasi pada Februari 2023, setelah sebelumnya deflasi. Sementara pada Maret 2023 ini, diperkirakan ada peningkatan inflasi, karena curah hujan dan gelombang laut.

Demikian disampaikan Suryono, Rabu (1/3/2023), menyikapi kondisi indeks harga konsumen (IHK) yang dikeluarkan BPS sebelumnya. “Memasuki bulan Maret 2023, terdapat potensi meningkatnya permintaan menjelang HBKN serta tingginya curah hujan dan gelombang laut yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi,” kata Suryono.

Namun demikian, kuatnya koordinasi TPID dan sinergi program GNPIP diharapkan dapat menjadi kunci menjaga stabilitas inflasi. “Terutama untuk gabungan dua kota HK di Provinsi Kepulauan Riau. Sehingga diharap dapat mencapai sasaran intlasi yang telah ditetapkan,” harapnya.

Dibeberkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (HK) gabungan 2 Kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2023 mengalami inflasi sebesar 0,47% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm).

Inflasi terutama bersumber dari peningkatan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Itu sejalan dengan kenaikan harga aneka sayuran seperti kangkung dan bayam, serta cabai merah, yang dipengaruhi pasokan sayuran, yang menurun.

“Itu sebagai dampak kondisi cuaca yang kurang mendukung hasil panen,” terang dia.

Selain itu, terdapat kenaikan cukai rokok pada awal tahun 2023 yang berdampak pada kenaikan harga rokok kretek filter. Sementara itu, tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang disebabkan oleh kenaikan harga kontrak rumah sejalan dengan pola penyesuaian harga di awal tahun.

“Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami intlasi masing-masing sebesar 0,50% (mtm) dan 0,32% (mtm). Dengan demikian, secara tahunan, Inflasi gabungan 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 5,79% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang
tercatat sebesar 4,85% (yoy). Capaian inflasi tahunan tersebut relatif lebih rendah diantara10 provinsi di Sumatera yakni berada di posisi ke-2 terendah,” beber Suryono.

Menurut Suryono, TPID Provinsi Kepri serta TPID Kabupaten/Kota se-Kepri, senantiasa berkomitmen memperkuat upaya pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi sebesar 3:1% (yoy). Sejumlah upaya telah dan terus akan dilakukan oleh TPID untuk menjaga inflasi agar tetap rendah dan stabil dengan memperhatikan 4K (ketersediaan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektit) khususnya untuk komoditas bahan pangan yang rentan mengalami tluktuasi harga.

Sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian
Inflasi Pangan (GNPIP), TPID melaksanakan berbagai kegiatan antara lain pelaksanaan pasar murah menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), penyelenggaraan capacity building TPID, serta optimalisasi sinergi program TPID melalui pelaksanaan High
Level Meeting (HLM) maupun rapat tim teknis.

“TPID juga senantiasa melaksanakan pemantauan perkembangan harga bahan pangan, monitoring ketersediaan pasokan serta memastikan distribusi bahan pangan dapat berjalan secara efektif dan efisien,” harapnya mengakhiri.(am)