12.6 C
New York
Kamis, Oktober 6, 2022
spot_imgspot_img

BRGM Targetkan Rehabilitasi Mangrove 5,5 Ribu Ha di Kepri



Tanjungpinang – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melakukan proses percepatan rehabilitasi mangrove di Provinsi Kepri. Program PEN Rehabilitasi Mangrove yang dijalankan BRGM adalah Penanaman Bibit Mangrove yang berbasis masyarakat. Ditargetkan rehabilitasi mangrove seluas 5,5ribu hektar di Kepri. Sehingga, dapat mewujudkan ekosistem mangrove yang lebih asri, juga memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.

Sekretaris BRGM Dr Ayu Dewi Utari, dalam kegiatan Sosialisasi Percepatan Rehabilitasi Mangrove di Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (1/6) mengatakan, Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi target rehabilitasi mangrove BRGM.



“Tahun ini, luasan target rehabilitasi mangrove di Kepri adalah 5.500 hektar dari 83.000 hektar target nasional. Terdapat 36 Pokmas yang akan melakukan penanaman bibit mangrove yang yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota di Kepri,” kata Ayu.

Untuk mempercepat rehabilitasi mangrove ini di Kepri, BRGM bekerja bersama BPDASHL Sei Jang Duriangkang Kepri. Diakui, rehabilitasi mangrove merupakan tugas bersama dan keberhasilannya bergantung pada besarnya dukungan dan keterlibatan semua pihak.

“Maka dipandang perlu untuk bersinergi dan bekerjasama. Ayo kita rehabilitasi mangrove dan sejahterakan masyarakat Kepri,” himbau Ayu.

Untuk memastikan kegiatan ini berjalan sesuai perencanaan, Pokmas, diberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan fisik dan kapasitas penyusunan laporan pengelolaan keuangan.” Ini kita lakukan karena dana langsung di transfer ke Pokmas,” tambah Ayu.

BRGM, sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 120 Tahun 2020, merupakan lembaga non struktural yang bertanggung jawab kepada Presiden. Melanjutkan restorasi gambut di 7 Provinsi dan mendapat mandat baru untuk merehabilitasi mangrove di 9 provinsi pada periode 2021-2024.

“Di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia, kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove harus berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional,” terangnya.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri oleh 134 peserta yang berasal dari BPDASHL Sei Jang Duriangkang Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup Tanjungpinang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi, Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Riau Provinsi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (LANAL), Balai Pengelolaan Sumber Daya pesisir dan Laut, Pemerintah Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Akademisi, LSM dan perangkat desa.***

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles