Puncak Pemasangan Sambungan Baru Agustus 2026, Harga Gas Bumi Tetap 10 Ribu,

oleh -17 Dilihat
oleh

Batam – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), memperkirakan, Agustus 2026, sebagai puncak pemasangan baru jaringan gas bumi (Jargas) di Batam. Dimana, PGN menerima tugas dari pemerintah, untuk memasang 10 ribu sambungan baru, tahun 2026.

Demikian disampaikan Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, Rabu (24/6/2026) di ruang kantornya, kantor BUMN itu di Batam. Saat ini, jargas baru yang menjadi program 2026, baru sekitar 200 sambungan, rumah pelanggan.

“Puncaknya Agustus 2026 yang angkanya akan naik tinggi. Jadi kita proses yang terus untuk jalur distribusi dan sambungan untuk rumah tangga,” kata Wendi.

Dijelaskan, untuk mencapai target 10ribu sambungan baru itu, pihaknya sudah menambah pipa gas didaerah yang ditetapkan di Batam Center, Batuaji dan Sagulung. Dimana, panjang sambungan pipa yang baru dipasang, sekitar 40 km lebih.

“Itu pipa distribusi yang terpasang, untuk disambungkan ke pelanggan Jargas rumah tangga,” urainya.

Diakui, saat ini perusahaan masih memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian jaringan distribusi agar seluruh infrastruktur siap beroperasi secara optimal. Penyelesaian infrastruktur distribusi menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi bagi percepatan penyambungan jaringan gas ke rumah-rumah warga.

Sehingga, Jargas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kemudian, mengurangi ketergantungan terhadap LPG. “Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur energi di Kota Batam,” harapnya.

Saat ditanya terkait dengan harga gas bumi, Wendi mengungkapkan, masih tetap. Tidak ada perubahan harga gas bumi, walau kondisi keamanan dan ekonomi global tidak stabil.

“Kalau harga Jargas ditetapkan pemerintah. Seperti Pertalite yang ditentukan pemerintah. Jadi tetap 10 ribu per meter kubik untuk harga gas bumi. Tidak ada perubahan,” beber Wendi.

Wendi mengatakan, dengan sambungan 10 ribu Jargas baru tahun 2026 akhir, maka rumah tangga pengguna Jargas di Batam, diperkirakan, setidaknya bisa mencapai 19.034 pelanggan.

Hanya saja diakui Wendi, kendala yang dihadapi pihaknya, terkait pemasangan pipa kedapur warga. Banyak warga yang tidak ada dirumah, saat tim pemasangan pipa Jargas, akan melakukan pekerjaannya.

“Rata-rata orang Batam kan kerja. Kalau siang mereka tidak ada. Maunya mereka, Sabtu dan Minggu memasang jaringannya. Pada hal, Sabtu dan Minggu, sebagian petugas libur. Padahal, kita maunya Senin sampai Jumat. Karena hari itu, semua petugas bisa. Jadinya pemasangan menjadi terbatas,” bebernya.

Sebelumnya, Wendi optimis capaian pemasangan Jargas tercapai, karena material yang akan digunakan dalam membangun Jargas tersebut, sudah tersedia di Batam. “Tim proyek dan material untuk Jargas, sudah ada di Batam. Untuk pemasangan, menggunakan subcon dari luar Batam, namun untuk pekerja tetap dari Batam,” ungkap Wendi.

Diungkapkan Wendi, sejak Februari 2026, sambungan baru itu akan dipasang di 30 perumahan, di tiga kecamatan. Masing-masing, kecamatan Sagulung, Batam Kota dan Batuaji. “Kalau di Sekupang atau Tiban, itu tambahan nanti,” bebernya.

Melalui program Jargas ini, calon pengguna tidak dipungut biaya atau gratis, dari pipa induk ke pipa dinas untuk sambungan ke meteran gas pelanggan, hingga pipa instalasi, sambungan dari meteran ke kompor.

“Pemasangan jaringan hingga dapur, gratis hingga 15 meter. Jika lebih, baru ada dikenakan biaya tambahan,” beber Wendi.