
Batam – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bengkong memperkuat konsolidasi organisasi. Mereka berhasil membentuk kepengurusan ranting (Kelurahan) hingga anak ranting (RW), untuk masa bakti 2025-2030.



Konsolidasi tersebut berlangsung melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) di Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Minggu (9/8). Udin P Sihaloho, SH kembali terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bengkong, didampingi Jaya Moren, ST sebagai sekretaris dan Esti Eka Chandra sebagai bendahara.
Adapun, struktur kepengurusan yang terbentuk tersebar di empat ranting di Kecamatan Bengkong. Di Tanjung Buntung, terdapat tujuh pengurus ranting dan 100 pengurus anak ranting yang berasal dari 20 RW, dengan masing-masing RW memiliki lima pengurus.
Kemudian Bengkong Laut memiliki tujuh pengurus ranting dan 55 pengurus anak ranting dari 11 RW. Sementara Bengkong Indah memiliki tujuh pengurus ranting dan 50 pengurus anak ranting dari 10 RW. Sementara, Sadai memiliki tujuh pengurus ranting dan 110 pengurus anak ranting dari 22 RW.
Udin mengatakan, pembentukan kepengurusan hingga tingkat anak ranting menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur partai di tengah masyarakat.
“Jumlah pengurus ranting dan anak ranting di Bengkong mencapai lebih dari 300 orang. Mereka menjadi simpul partai di tingkat paling bawah sekaligus ujung tombak kami dalam melakukan konsolidasi dengan masyarakat,” kata Udin.
Menurutnya, pengurus ranting dan anak ranting tidak hanya menjalankan fungsi organisasi. Mereka juga menjadi relawan yang membantu partai menyerap persoalan dan aspirasi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Karena itu, Udin menilai keberadaan struktur hingga tingkat bawah akan memudahkan partai mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga roda organisasi tetap berjalan.
“Kami ingin membangun simpul-simpul agar roda partai tetap berjalan. Pengurus inilah yang sebenarnya menjadi relawan karena mereka bekerja tanpa digaji dan memiliki keinginan untuk memperjuangkan keadilan serta kemakmuran masyarakat, meski dimulai dari lingkungan terkecil,” terangnya.
Udin menambahkan, para pengurus ranting dan anak ranting juga akan diprioritaskan menjadi saksi partai di tempat pemungutan suara (TPS), baik dalam pemilu legislatif maupun pilkada.
Dengan struktur yang sudah terbentuk, kata dia, partai tidak lagi kesulitan mencari saksi ketika menghadapi momentum pemilu.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kepulauan Riau, Soerya Respationo, mengatakan Musran dan Musanran di Bengkong merupakan bagian dari konsolidasi internal partai.
Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi rangkaian konsolidasi organisasi setelah partai menyelesaikan kongres, konferensi daerah, hingga konferensi cabang di kabupaten/kota se-Kepulauan Riau.
“Ini bagian dari konsolidasi internal partai agar seluruh kader memiliki pemikiran yang sama. Konsolidasi ini bukan semata-mata untuk menghadapi Pemilu 2029, tetapi untuk memperkuat soliditas partai,” kata Soerya.
Menurutnya, PDI Perjuangan harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam menjalankan organisasi.
“Masuk ke partai bukan untuk mencari kenyamanan. Kita masuk untuk menangis dan tertawa bersama rakyat, melihat persoalan di tengah masyarakat, serta menjaring aspirasi mereka,” imbuhnya.
Soerya menilai masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian, mulai dari persoalan pekerjaan hingga kebutuhan dasar lainnya. Ia berharap penguatan struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting membuat kader semakin dekat dengan masyarakat dan mampu membawa persoalan di tingkat bawah menjadi perhatian partai.
“Kita masih melihat banyak wong cilik yang membutuhkan uluran tangan. Masih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan. Itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” pesan mantan Wakil Gubenur Kepri itu.***










