PGN Ingatkan, Gangguan Pada Pipa Gas Bumi Bisa Lumpuhkan Batam

oleh -161 Dilihat
oleh

Batam – Pencurian besi, baik besi aset publik, perusahaan dan perorangan, menjadi perhatian Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam. Diingatkan, jika kejadian itu terjadi pada pipa gas bumi, dampaknya sangat besar. Jika pencurian terhadap pipa distribusi gas bumi di Panaran terjadi, Batam bisa lumpuh.

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, Rabu (8/7/2026) mengungkapkan hal itu, menyikapi kejadian pencurian aset publik atau aset negara, di Batam. Diantaranya, pencurian besi di terowongan pelita, pencurian aset fasilitas umum dan lainnya.

“Kita himbau dan harapkan, semua bisa sama-sama menjaga kepentingan publik. Kita tidak ada gangguan atas fasilitas negara atau fasilitas umum,” himbau Wendi.

Diingatkan, jika ada gangguan atau pencurian aset publik, maka dampaknya pada publik atau masyarakat. Seperti halnya, ketika ada gangguan pada aset PGN, yang digunakan diruang publik, masyarakat akan merasakan dampaknya.

Akan ada pemadaman listrik, kemudian air juga akan mengalami gangguan distribusi. Karena pompa distribusi air bersih, menggunakan jaringan gas bumi.

“Kalau gangguan atau pencurian pipa gas bumi, seperti di Panaran, Batam akan lumpuh. Industri, masyarakat dan lainnya akan berhenti beroperasi. Karena kita menyuplai gas ke masyarakat, industri, PLN dan lainnya dari Panaran. Makanya jalur distribusi gas masuk objek vital nasional,” ungkapnya.

Menurut Wendi, satu titik kerusakan pada jalur utama dapat memicu efek berantai yang sangat besar. Pasokan gas menuju pembangkit listrik bisa terhenti, menyebabkan pemadaman listrik dalam skala luas.

Disampaikan, saat ini jaringan pipa gas bumi PGN Area Batam, saat ini sepanjang 273 kilometer. Menyalurkan energi ke berbagai kawasan industri, pembangkit listrik, hingga jaringan rumah tangga. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung pasokan energi yang menopang aktivitas ekonomi Batam selama 24 jam.

“Menyuplai gas bertekanan tinggi sampai rendah. Sehingga tidak boleh terganggu,” urainya.

Selain itu, jika terjadi pencurian pipa atau kerusakan pada pipa PGN, dibutuhkan waktu yang lama. Terutama jika gangguan itu terjadi pada pipa induk.

“Proses perbaikannya tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam jika gangguan pada pipa induk. Seluruh jaringan harus dikosongkan terlebih dahulu,” bebernya.

Diungkapkan, saat ini jaringan gas PGN Batam saat ini menghubungkan berbagai kawasan strategis, mulai dari Muka Kuning, Batu Ampar, Simpang menuju kawasan industri, Kabil, Eco Green, hingga kawasan sekitar Bandara Hang Nadim. Sejumlah pembangkit listrik utama di kawasan Kabil juga bergantung pada pasokan gas dari jaringan tersebut.

Karena itu, setiap pekerjaan konstruksi maupun penggalian di sekitar jalur pipa harus dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak merusak infrastruktur bawah tanah yang bernilai strategis tersebut.

PGN juga terus memperluas jaringan distribusi gas. Tahun ini, pengembangan diarahkan ke sejumlah kawasan yang selama ini belum terlayani, termasuk wilayah sekitar bandara dan kawasan permukiman baru yang pertumbuhannya semakin pesat.

Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Batam yang terus berkembang sebagai pusat industri, logistik, dan investasi nasional.***