Nyanyang Lepas Tim Kepri, Jumaga Ingatkan Jaga Sportifitas di Pesparawi Monokwari

oleh -27 Dilihat
oleh

Batam – Tim Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dilepas untuk bertarung di Pesparawi Nasional XIV berlangsung di Manokwari, Papua Barat. Tim ini akan tampil pada agenda yang berlangsung, 18 sampai 28 Juni 2026.

Pelepasan peserta dilakukan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura didampingi Ketua Ketua LPPD Kepri, Jumaga Nadeak, di Golden Prawn, Batam, Selasa (16/6/2026) malam. Tim Kepri sendiri akan bertanding pada kategori Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW) dan solo.

“Setelah malam ini, tim akan berangkat ke Papua Barat, untuk mengikuti pertandingan, sesuai kategori yang diikuti,” kata Jumaga Nadeak.

Karena itu, ia meminta untuk semua tim dari Kepri, untuk menjaga semangat dan sportifitas. Semua tim diminta untuk menjaga nama baik Kepri. Sekaligus untuk ikut mempromosikan Kepri dengan potensi-potensi yang dimilikinya.

“Kita wakil Kepri disana. Kita harus semangat, untuk membawa nama Kepri. Raih prestasi, namun terpenting, sportiftas dijaga,” ujarnya mengingatkan.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rencana untuk membawa rombongan Pesparawi yang lebih besar. “Akan kita usahakan kedepan, semua diberangkatkan. Yang belum bisa ikut serta, jangan berkecil hati,” imbuhnya.

Sementara Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, Pesparawi bukan sekadar kompetisi seni suara gerejawi, melainkan sarana pembinaan umat yang memiliki nilai spiritual, sosial, budaya, dan kebangsaan yang sangat penting.

“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam ekspresi seni yang membentuk karakter, memperkuat disiplin, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mempererat persaudaraan antarumat dan antardaerah,” ujarnya.

Menurut Nyanyang, dalam konteks pembangunan manusia, Pesparawi juga menjadi wahana penguatan modal sosial melalui tumbuhnya rasa saling percaya, toleransi, solidaritas, dan kolaborasi yang menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan harmoni bangsa di tengah keberagaman Indonesia.

Ia menambahkan, keikutsertaan Kontingen Pesparawi Kepulauan Riau pada ajang nasional tersebut memiliki makna yang sangat strategis. Para peserta tidak hanya tampil sebagai kompetitor yang akan menunjukkan kemampuan terbaik dalam seni paduan suara gerejawi, tetapi juga sebagai duta daerah yang membawa nama baik Kepulauan Riau di tingkat nasional.

“Saudara-saudara tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai duta daerah yang membawa nama baik Kepulauan Riau. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga kebersamaan, junjung tinggi sportivitas, hormati perbedaan, dan tampilkan karakter masyarakat Kepulauan Riau yang santun dan religius,” pesan Nyanyang kepada seluruh anggota kontingen.

Kepada para pembina, pelatih, dan pendamping, Nyanyang menyampaikan apresiasi atas dedikasi, waktu, tenaga, serta komitmen yang telah diberikan dalam mempersiapkan kontingen. Menurutnya, keberhasilan yang diraih nantinya merupakan buah dari kerja keras bersama yang dilandasi semangat pengabdian dan kecintaan terhadap pembinaan umat serta pelestarian budaya.

Lebih lanjut, Nyanyang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kerukunan umat beragama, serta pelestarian seni dan budaya yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

Komitmen tersebut, kata Nyanyang, tercermin dari capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025 yang mencapai 83,68 poin, meningkat dari 82,21 poin pada tahun sebelumnya. Capaian itu menempatkan Kepulauan Riau pada peringkat ketiga di regional Sumatera dan masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat kerukunan umat beragama tertinggi secara nasional.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kepulauan Riau tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas spiritual, moral, dan sosial masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Nyanyang secara resmi melepas Kontingen Pesparawi Provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya melepas secara resmi Kontingen Pesparawi Provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Semoga diberikan kesehatan, kelancaran, dan mampu mengharumkan nama daerah,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Zoztafia, Ketua LPPD Provinsi Kepulauan Riau Jumaga Nadeak, Ketua Pembina Kristen Protestan Lambok Sihombing, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal, Kepala Dinas Tenaga Kerja Diky Wijaya, perwakilan lima aras gereja di Kepulauan Riau, serta seluruh peserta dan official Kontingen Pesparawi Kepri yang akan bertanding di Manokwari, Papua Barat.***