Dubes Palestina Apresiasi Museum Batam dan Upaya Pelestarian Sejarah Serta Budaya Melayu

oleh -150 Dilihat
oleh

Batam – Upaya Pemerintah Kota Batam dalam melestarikan sejarah dan budaya Melayu melalui Museum Batam Raja Ali Haji mendapat apresiasi dari Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Dr. Abdulfattah A.K. Al-Sattari, saat melakukan kunjungan kerja ke museum tersebut, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, didampingi jajaran Museum Batam Raja Ali Haji. Dalam kesempatan itu, rombongan diajak menelusuri perjalanan sejarah Batam melalui berbagai koleksi yang tersimpan di museum.

Selama berkeliling, Edukator Museum Batam Raja Ali Haji, Raja Zulkarnain, memandu rombongan dengan menjelaskan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari jejak awal Pulau Batam, perkembangan peradaban Melayu, sejarah Kesultanan Melayu di Kepulauan Riau, hingga transformasi Batam menjadi kawasan industri, perdagangan, investasi, dan destinasi pariwisata internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kunjungan Duta Besar Palestina menjadi sebuah kehormatan sekaligus pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kota Batam dalam menjaga warisan sejarah dan budaya daerah.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan Duta Besar Palestina di Museum Batam Raja Ali Haji. Museum ini tidak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang menceritakan perjalanan panjang Batam dan peradaban Melayu kepada masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara,” ujar Ardiwinata.

Ia berharap kunjungan tersebut semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Palestina, sekaligus memperkenalkan Museum Batam Raja Ali Haji sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Kota Batam.

Suasana hangat terlihat sepanjang kunjungan. Dr. Abdulfattah A.K. Al-Sattari beserta rombongan tampak antusias mengikuti penjelasan di setiap ruang pamer dan mengamati koleksi yang merekam perjalanan sejarah Batam serta warisan Kesultanan Melayu.

Dalam kesempatan itu, Dubes Palestina menyampaikan rasa kagumnya terhadap upaya pelestarian sejarah yang dilakukan di Museum Batam Raja Ali Haji.

“Saya sangat bangga dapat mengunjungi museum ini yang menyimpan sejarah kota ini. Saya melihat jejak para sultan dan raja yang pernah membangun peradaban di wilayah ini. Tempat ini menjaga sejarah dan peradaban yang sangat berharga, sehingga warisan seperti ini harus terus dipelihara dan dijaga,” ungkap Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam dan seluruh pengelola museum yang dinilainya telah menjaga warisan sejarah bagi generasi masa depan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah merawat dan menjaga warisan yang agung ini. Sejarah seperti ini tidak boleh hilang dari ingatan masyarakat Indonesia. Justru harus terus dikenalkan kepada anak-anak dan generasi muda agar mereka memahami jati diri bangsanya serta menghargai perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun karakter bangsa. Karena itu, museum memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjalanan sejarah dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Kunjungan kerja Duta Besar Palestina ke Museum Batam Raja Ali Haji diharapkan semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Palestina melalui jalur kebudayaan. Di sisi lain, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Museum Batam Raja Ali Haji sebagai pusat edukasi sejarah, pelestarian budaya Melayu, sekaligus destinasi wisata budaya yang menjadi kebanggaan Kota Batam.***