Pemilik Pangkalan di Jalan Raja Haji Fisabilillah Keluhkan Biaya Operasional Mencekik, 10 Tahun HET LPG 3 Kg Tak Naik

oleh -263 Dilihat
oleh

Tanjungpinang – Pemilik pemilik pangkalan LPG 3 kg, Ahmad, yang sudah bertahun-tahun melayani warga di kawasan Jalan Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, mengeluhkan harga LPG 3kg. Beroperasi di salah satu jalur protokol yang sibuk, Ahmad, Rabu (15/7/2026), mengaku tekanan biaya operasional.

Ia memgeluhkan biaya operasional yang dihadapinya semakim berat akibat HET yang “membeku” di angka Rp18.000 selama satu dekade. “Orang luar melihatnya pangkalan gas itu enak, barangnya pasti laku. Tapi mereka tidak hitung berapa biaya operasional kami di sepanjang Jalan Raja Haji Fisabilillah ini. Sewa tempat atau ruko di area jalan besar ini terus naik setiap tahun, belum lagi upah untuk pekerja yang bongkar muat tabung dari agen,” keluh Ahmad.

Ahmad membeberkan, margin keuntungan bersih yang didapat dari setiap tabung melon saat ini sudah sangat tidak logis jika dihadapkan dengan laju inflasi di Kota Tanjungpinang.

“HET Rp18.000 itu aturan sepuluh tahun lalu, zamannya harga barang-barang pokok belum semahal sekarang. Sekarang, jangankan untuk untung besar, untuk menutupi biaya penyusutan tabung yang rusak dan bayar uang lelah pekerja saja kami harus putar otak luar biasa. Marginnya sudah habis dimakan biaya angkut dan operasional harian,” cetusnya dengan nada getir.

Lebih lanjut, ia juga menyayangkan belum adanya kepekaan dari pemerintah daerah untuk mengkaji ulang regulasi tarif ini. Ahmad berharap Pemko Tanjungpinang tidak menutup mata terhadap nasib pangkalan resmi yang berada di garda terdepan distribusi subsidi.

“Kami ini pangkalan resmi, selalu komitmen jaga harga Rp18.000 ke masyarakat sesuai aturan. Tapi tolong pemerintah juga adil, tengok kondisi riil pengeluaran kami. Kami tidak minta harga dinaikkan ugal-ugalan, tapi carilah angka penyesuaian yang rasional dan layak untuk tahun 2026 ini agar kami bisa terus bertahan hidup,” pungkas Ahmad.***