Batam – Menanggapi adanya pelibatan peserta didik dalam aksi damai yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Dewan Pendidikan Kota Batam menegaskan bahwa setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak harus mengedepankan prinsip perlindungan anak dan kepentingan terbaik bagi peserta didik.



Dewan Pendidikan pada dasarnya mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik, termasuk program pemenuhan gizi bagi anak sekolah. Namun demikian, dukungan terhadap suatu program hendaknya disampaikan melalui mekanisme yang edukatif, tidak mengganggu proses belajar mengajar, serta tidak menempatkan anak-anak pada situasi yang berpotensi menimbulkan tekanan maupun eksploitasi.
“Kami mendukung setiap program yang berpihak kepada kepentingan anak. Namun, pelibatan peserta didik dalam kegiatan publik harus dilakukan secara proporsional dan tidak boleh mengabaikan hak anak atas pendidikan, perlindungan, dan tumbuh kembang yang optimal,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Fendi Hidayat, Minggu (21/6).
Peserta didik memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi hak tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan usia, tingkat pemahaman, serta di bawah pendampingan yang memadai dari orang tua dan pihak sekolah. Karena itu, setiap kegiatan di luar lingkungan sekolah yang melibatkan siswa perlu mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan tujuan pendidikan.
Dewan Pendidikan mengimbau seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, penyelenggara kegiatan maupun pemangku kepentingan lainnya, agar tidak menjadikan peserta didik sebagai alat mobilisasi massa untuk kepentingan apa pun. Sekolah harus tetap menjadi ruang yang aman, netral, dan fokus pada pengembangan karakter serta peningkatan mutu pendidikan.
Ke depan, Dewan Pendidikan mendorong agar dukungan maupun masukan terhadap program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, dapat disampaikan melalui forum dialog, musyawarah, dan mekanisme partisipatif yang lebih tepat tanpa mengurangi hak anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.***









