Kerjasama IBA dan APKSI Hadirkan Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah di Batam

oleh -115 Dilihat
oleh

Batam – International Business Association (IBA) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI), menghadirkan Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di Batam. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menghadiri peresmian Kantor PPID yang diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kawasan Pelita, Kota Batam, Selasa (20/1/2026).

Kehadiran PPID diharapkan menjadi pusat promosi dan fasilitasi investasi daerah guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya promosi yang lebih terstruktur dan terasa dampaknya bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, tidak hanya di sektor pertambangan dan perkebunan, tetapi juga pada industri kreatif, kerajinan, budaya, dan produk berbasis kearifan lokal.

“Indonesia ini sangat kaya dan beragam. Dari Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua, produk-produk lokal kita sangat kreatif dan berkualitas. Sayangnya, banyak yang belum terpromosikan dan belum terjual secara optimal,” ujar Tito.

Ia menambahkan, negara-negara seperti Singapura dan Malaysia justru mampu memasarkan dan menjual produk, termasuk yang berasal dari Indonesia, dengan sangat baik. Padahal, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya dan dukungan pemerintah yang kuat.

Tito juga menyoroti posisi strategis Batam yang sangat dekat dengan Singapura. Kedekatan geografis ini dinilai sebagai peluang besar untuk menarik perusahaan-perusahaan internasional menjadikan Batam dan Kepulauan Riau sebagai basis produksi maupun investasi.

“Singapura adalah salah satu investor terbesar di Indonesia. Banyak perusahaan besar berkantor pusat di sana, sementara lokasi produksi bisa dikembangkan di Batam karena jaraknya sangat dekat,” jelasnya.

Selain sektor industri dan manufaktur, Mendagri menilai peluang investasi di bidang pangan juga sangat besar.

Kebutuhan bahan pangan segar untuk pasar Singapura, misalnya, dapat dipenuhi dari Kepulauan Riau dengan sistem logistik yang efisien.

Melalui kehadiran PPID, Tito berharap pemerintah daerah, termasuk para gubernur dan bupati/wali kota, dapat lebih aktif mempromosikan potensi daerahnya kepada investor dalam dan luar negeri.

“PPID ini diharapkan menjadi jembatan promosi investasi, sehingga potensi daerah bisa dikenal dunia dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***