Peringati Harkitnas, Amsakar Dorong Literasi Digital dan Penguatan Generasi Muda Batam

oleh -30 Dilihat
oleh

Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (20/5/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta jajaran TNI dan Polri.

Pada kesempatan itu, Amsakar membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dalam pidato tersebut ditegaskan pentingnya menjaga semangat kebangkitan nasional di tengah perubahan dan tantangan era digital.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menjadi refleksi atas pentingnya melindungi generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa yang mandiri dan berdaulat.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa semangat kebangkitan yang lahir sejak berdirinya Boedi Oetomo pada 1908 harus terus dijaga dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika dahulu perjuangan bangsa berfokus pada perebutan kedaulatan wilayah, saat ini tantangan berkembang ke arah penguatan kedaulatan informasi dan transformasi digital nasional.

“Tema Harkitnas tahun ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, kemandirian, serta keberanian menjaga generasi penerus dari berbagai ancaman, termasuk di ruang digital,” ujar Amsakar.

Selain itu, disampaikan pula sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun disebut sebagai salah satu langkah untuk menjaga tumbuh kembang generasi muda agar tetap sehat, produktif, dan terlindungi dari dampak negatif ruang digital.

“Anak-anak kita harus tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan produktif. Negara tidak boleh abai terhadap ancaman yang dapat merusak karakter dan masa depan generasi muda,” kata Amsakar.

Amsakar menegaskan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Menurutnya, Batam sebagai kota industri dan perdagangan internasional perlu mengambil peran dalam mendorong kemajuan nasional tanpa mengabaikan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan karakter generasi muda.

“Mari kita bangkit bersama, menjaga persatuan, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan serta menjadi momentum refleksi bersama untuk terus memperkuat optimisme dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaya saing.***