Ketum LAM Bekali Finalis Duta Wisata Cik Puan Batam dengan Nilai-Nilai Budaya Melayu

oleh -54 Dilihat
oleh

Batam – Finalis Pemilihan Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 mendapatkan pembekalan khusus mengenai sejarah dan budaya Melayu dari Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, YM. H. Raja Muhammad Amin. YM R. Muhammad Amin menekankan pentingnya pemahaman budaya dan adat istiadat Melayu bagi para finalis sebagai calon representasi pariwisata dan budaya Kota Batam.

Kegiatan bagian dalam rangkaian kegiatan karantina yang berlangsung di Ayola Signature Ocarina Batam, Rabu (06/05/2026). Ia menjelaskan bahwa Duta Wisata Encik & Puan tidak hanya dituntut memiliki penampilan yang baik, tetapi juga harus memahami sejarah, adat, norma, dan nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.

“Adat dan budaya Melayu adalah jati diri negeri ini. Sebagai duta wisata, adik-adik harus memahami akar sejarah dan nilai budaya yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Ketua LAM Kota Batam turut membahas sejarah perjalanan Melayu di Kepulauan Riau, perkembangan Kesultanan Melayu Riau-Lingga, hingga peran Lembaga Adat Melayu dalam menjaga marwah budaya di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia juga memperkenalkan berbagai nilai dasar budaya Melayu, seperti keterbukaan, persaudaraan, rasa saling menghormati, serta pentingnya menjaga marwah dan amanah.

“Tuah Melayu karena marwahnya. Sebagai generasi muda, kalian harus mampu menjaga sikap, etika, dan nama baik daerah di mana pun berada,” pesannya kepada para finalis.

Selain itu, para finalis juga diberikan pemahaman mengenai adat istiadat Melayu, pantun, prosesi adat perkawinan Melayu, pakaian tradisional Melayu Batam, hingga tata cara penggunaan tanjak yang benar sebagai bagian dari identitas budaya Melayu.

Dalam suasana yang interaktif, Raja Muhammad Amin juga mengajak para finalis berdiskusi mengenai sejarah Batam, keberagaman budaya, serta pentingnya menjaga harmoni di tengah masyarakat multikultural.

Ia menegaskan bahwa Batam sebagai bandar dunia harus tetap menjunjung tinggi nilai budaya Melayu sebagai payung negeri.

“Batam dibangun dengan semangat kebersamaan dan keberagaman. Karena itu, generasi muda harus mampu menjaga harmoni, menghormati perbedaan, dan menjadikan budaya Melayu sebagai perekat kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan bahwa materi tentang budaya Melayu menjadi salah satu pembekalan penting dalam karantina Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026.

“Kami ingin para finalis tidak hanya tampil menarik secara penampilan, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap sejarah, budaya, dan adat Melayu sebagai identitas Kota Batam dan Kepulauan Riau. Duta wisata harus mampu menjadi generasi muda yang berkarakter, beretika, dan memahami akar budayanya,” ujarnya.

Ia juga berharap para finalis dapat menjadi agen promosi budaya yang mampu memperkenalkan nilai-nilai Melayu kepada masyarakat luas.

“Melalui pembekalan ini, kami berharap para finalis dapat menjadi duta yang bukan hanya aktif mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga turut melestarikan budaya Melayu dan menyampaikan nilai-nilai positif kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” tambahnya.

Materi yang disampaikan mendapat antusiasme tinggi dari para finalis. Selain menambah wawasan tentang budaya Melayu, sesi ini juga menjadi pembekalan penting bagi para peserta dalam menjalankan peran mereka sebagai calon duta wisata yang tidak hanya modern, tetapi juga memahami akar budaya daerahnya.

Kegiatan karantina Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Mei 2026, dengan menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintahan, akademisi, praktisi, hingga tokoh budaya.***