4.1 C
New York
Senin, Februari 26, 2024
spot_imgspot_img

BI Ungkap QRIS Supporting perdagangan dan Pariwisata

Batam – Bank Indonesia telah mengembangkan kanal pembayaran QRIS yang berfungsi sebagai entry point ekosistem ekonomi dan keuangan digital bagi UMKM. QRIS diyakini BI, dapat mengoptimalkan potensi kunjungan wisatawan mancanegara tersebut dalam mendukung sektor UMKM dan pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Suryono, Jumat (29/9/2023) dihadapan peserta seminar Internasional Cross-Border QR Payment To Support Tourism, pada Gebyar Melayu Pesisir dan Expo Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle.

“Saat ini, Bank Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara Malaysia dan Thailand terkait implementasi Cross-Border QR Payment yang memungkinkan konsumen dan pedagang dari masing-masing negara dapat melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui QR Code,” katanya.

Disampaikan, implementasi Cross-Border QR Payment saat ini juga telah memasuki fase uji coba dengan Singapura dan ditargetkan dapat diimplementasikan pada akhir tahun. Cross-Border QR Payment memiliki peran penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, serta menjaga stabilitas makroekonomi.

“Dengan memperluas penggunaan penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal,”bebernya.

Adapun tema pada seminar hari ini adalah Cross-Border QR Payment to Support Tourism dengan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Bank of Thailand, Bank Central Asia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri.

“Kami berharap kegiatan pada hari ini dapat memperluas implementasi QR Cross Border khususnya dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” harapnya.

Hadir pada kesempatan itu, Pariwat Kanithasen, Deputy Director, Payments Systems Policy Department Bank of Thailand. Kemudian, Muhammad Neil El Himam , Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bapak Arya Rangga Yogasati, Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Gidion Rahmanto, Wakil Kepala Divisi Partnership Bank Central Asia, Adidoyo Prakoso dan lainnya.

Pada kesempatan itu juga disampaikan kondisi perekonomian Kepri triwulan II 2023 tumbuh sebesar 5,04% (yoy) atau secara kumulatif hingga Semester I 2023 tumbuh sebesar 5,77% (ctc) dan tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi kumulatif tertinggi di Sumatera. 

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor UMKM dan pariwisata, khususnya kunjungan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), secara akumulasi pada periode Januari s.d Juli 2023 terdapat total sejumlah 850.989 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri dan didominasi oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Capaian angka kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menjadikan Kepri sebagai pintu masuk terbesar ketiga bagi wisatawan mancanegara setelah DKI Jakarta dan Bali.***

Related Articles

Stay Connected

142FansSuka
54PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles