DPR RI Apresiasi Peran BI Kepri Sebagai Katalisator Pembangunan Batam

oleh -39 Dilihat
oleh

Batam – Bank Indonesia (BI) telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi. Kemudian, memperkuat sistem pembayaran, mendorong digitalisasi ekonomi dan mengembangkan UMKM, serta menjaga stabilitas sistem keuangan daerah. Dimana, ekonomi Kepulauan Riau dan Kota Batam tumbuh sangat kuat pada tahun 2025 sebesar 6,94% dan 6,76%, didorong oleh peningkatan investasi, ekspor, industri pengolahan, dan konsumsi rumah tangga.

Demikian disampaikan Syarief Abdullah Alkadrie, Pimpinan Delegasi Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ke Kantor BI Kepri di Batam, Jumat (3/7/2026). Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPR RI ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, diikuti oleh 18 Anggota Badan Anggaran. dari Bank Indonesia dihadiri oleh Direktur Departemen Regional, Bank Indonesia (BI) dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri serta seluruh jajaran Kantor Bank Indonesia perwakilan Kepri.

Lebih jauh, Syarief yang juga Wakil Ketua Banggar DPR RI, berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, BP Batam, Bank Indonesia, OJK, perbankan, dunia usaha dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Mendukung kebijakan fiskal dan moneter yang mampu memperkuat daya saing Batam dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi dan penerimaan negara. Sehingga Bank Indonesia Kepri bisa menjadi katalisator untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Kepri dan Batam.

Sementara itu, Direktur Departemen Regional, Bank Indonesia (BI) Budi Widihartanto, mendorong pertumbuhan ekonomi Batam melalui pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar, dan pengembangan digitalisasi sistem pembayaran (seperti QRIS).

BI juga memfasilitasi investasi melalui kemudahan akses perbankan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi motor penggerak utama. Khusus untuk inflasi pangan, BI terus memastikan pasokan pangan dan komoditas di Batam tetap lancar dan terjangkau. Stabilitas inflasi sangat vital untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tingginya arus investasi asing dan domestik.

Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto, BI berkomitmen mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata di provinsi itu.

Kita perlu sumber pertumbuhan yang lebih inklusif dan merata dari sektor UMKM. Penguatan UMKM diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan, berbeda dengan pola sebelumnya yang cenderung bertumpu pada dominasi industri pengolahan dan pertambangan.

Pada kesempatan yang sama Jefry Romdonny, Anggota Banggar DPR RI, menyinggung peran dan kontribusi Bank Indonesia dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Batam.

Saya mengapresiasi realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Batam menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam mendominasi penyaluran KUR di Provinsi Kepulauan Riau dengan porsi mencapai 58,39% dari total keseluruhan realisasi. BI perlu terus menjaga agar penyaluran KUR untuk UMKM terus meningkat.***