IKABSU Himbau Tidak Memprovokasi di Medsos dan Percayakan Penataan Pedagang ke Amsakar-Li Claudia

oleh -106 Dilihat
oleh

Batam – Warga Batam asal Sumatera Utara (Sumut), diminta untuk bijak menggunakan media sosial (Medsos), dan tidak memprovokasi suku, ras dan agama (SARA). Sementara untuk pedagang, penataan dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya pedagang babi.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kota Batam, Udin P Sihaloho, SH, Senin (1/6/2026) di Batam. Pernyataan itu disampaikan Udin, setelah sebelumnya ada gejolak di Medsos, terkait dengan pedagang daging Babi disalah satu pasar di Batam.

“Masalah ini muncul karena ada yang bereaksi, ingin menertibkan pedagang daging Babi dan ada yang memposting di Medsos,” kata Udin.

Udin mempercayakan penanganan masalah itu kepada aparat Kepolisian dan Plh Wali Kota Batam/Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Sehingga permasalahannya tidak melebar, karena penanganan dipihak yang tepat.

“Kita ingin Batam yang terbaik dan segala permasalahan ditangani dengan baik oleh lembaga berwewenang,” harapnya.

Mantan anggota DPRD Batam ini mengatakan, selama Li Claudia Chandra yang berdampingan dengan Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad dalam memimpin Batam, sudah baik. Menjadi cermin masyarakat Batam yang plural.

“Mereka gambaran masyarakat Batam saat ini. Pak Amsakar merupakan tokoh Melayu dan Bu Li Claudia merupakan cermin komunitas diluar Melayu. Sinergi keduanya, seperti sinergi masyarakat Batam selama ini,” paparnya.

Keduanya dinilai mampu untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Batam. Amsakar dan Li Claudia dinilai cukup responsif dengan masalah di masyarakat. Serta bertindak lebih cepat, dalam merespon kebutuhan masyarakat.

“Bu pak Amsakar dan bu Li Claudia cukup baik selama ini, dalam merespon keluhan dan kebutuhan masyarakat. Kita penting bersama-sama untuk mendukung kepemimpinan keduanya,” harap Udin.

Udin juga merespon pertanyaan terkait dengan penataan pedagang di Batam. Ia sepakat soal penataan pedagang dan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pedagang Babi. Tujuannya, agar pasar-pasar di Batam lebih baik dan tertata dengan baik.

“Karena Batam itu kota wisata dan keindahan termaksud pasar itu penting untuk wisatawan,” mantan anggota DPRD Kota Batam ini.

Untuk itu, ditengah agenda-agenda pemerintah dalam membangun Batam, diminta agar semua pihak menjaga kondisi Batam. Termaksud mendekati agenda penerimaan siswa di Batam. Menjaga sinergitas antar suku, agama dan Ras, membangun Batam.

“Sekarang banyak agenda Pemko dan BP Batam yang butuh sinergitas masyarakat. Mulai pembangunan fisik, investasi, pendidikan dan lainnya. Kita jangan terpancing dengan aksi oknum yang bisa mengganggu kondisi Batam,” bebernya.

Sementara terkait dengan ujar kebencian di Medsos, Udin mengingatkan agar bisa dihentikan. “Reaksi di Medsos itu muncul setelah ada aksi rencana penertiban yang dilakukan pihak tertentu. Tapi pengguna Medos harus menyikapi dengan bijak,” ujar Udin mengingatkan.

Bersamaan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila itu, Udin meminta agar semua pihak, menjaga kondusifitas Batam. Pancasila menjadi pedoman hidup masyarakat dalam kehidupan di negara Indonesia. Sehingga tidak ada yang keluar dari itu.

“Kita harus menjaga kondisi Batam tetap aman dan damai. Kita tunjukkan jika kita bermartabat. Ini untuk kehidupan kita lebih baik kedepan,” tegas Udin.

  • Penataan 60 Pasar di Batam

Sebelumnya, Li Claudia menyiapkan langkah untuk menata 60 Pasar di Batam. Ia menekankan pentingnya penempatan pedagang sesuai dengan zona yang telah ditetapkan agar lingkungan pasar lebih tertib dan pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

“Jika pasar tertata, pengelolaan sampah akan lebih mudah. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Li Claudia menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap pasar-pasar di Batam guna menentukan skala prioritas penanganan. Dari sekitar 60 pasar yang ada, sebanyak 54 merupakan pasar swasta dan 6 pasar dikelola pemerintah.***