Reses DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dan Sahat Sianturi Terima Harapan Terkait Fasum Hingga Air Bersih

oleh -30 Dilihat
oleh

Batam – Masa reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih berjalan saat ini. Dua anggota DPRD Kepri dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr Sahat Sianturi dan Jumaga Nadeak, SH, kembali ke daerah pemilihan (Dapil)-nya. Disana, mereka menerima keluhan dan aspirasi untuk dapat ditindaklanjuti pemerintah Provinsi Kepri.

Pada reses yang berlangsung, Senin (27/4/2026), Jumaga menggelar di pondok sederhana, dekat HKBP Mahanaim Batuaji, Batam. Lebih dari 50 orang warga ikut serta dalam kegiatan itu. Kegiatan itu berlangsung setelah sebelumnya Jumaga menggelar di Sekupang.

“Ini menjadi bagian dari tugas kami dalam masa reses ini. Jika ada yang ingin disampaikan, silahkan. Nanti akan menjadi catatan, untuk selanjutnya disampaikan ke pemerintah Provinsi Kepri,” kata Jumaga.

Pada kesempatan itu, warga yang hadir, menyampaikan banyak keluhan. Mulai dari air bersih untuk salah satu sekolah swasta disana, lahan, row jalan dan fasos lainnya. Bahkan untuk air bersih, salah satu guru sekolah TK dan SD Cahaya Kasih, diakui tidak pernah mengalir.

Pada kesempatan itu, ia mengharapkan bantuan Jumaga, untuk mendapatkan sumur bor. Setidaknya, sampai air bersih dari dari SPAM Batam tersedia.

“Di sekolah kami, pipa dari SPAM Batam (Sistem Penyediaan Air Minum) ada. Tapi air tidak pernah mengalir. Anak-anak didik kami kesulitan,” ujar seorang guru sekolah itu.

  • Sahat Terima Permintaan Fasum dan Fasos

Sebelumnya, Dr Sahat Sianturi yang menggelar reses di Lubuk Baja dan Bengkong. Disampaikan jika kegiatan reses itu menjadi jembatan mereka untuk lebih mengetahui kebutuhan masyarakat.

Aspirasi terkait pembangunan di Dapil anggota DPRD Provinsi Kepri, menjadi catatan penting, untuk dirumuskan sebagai kebijakan pemerintah. “Kita berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan mendengar aspirasi secara langsung,” ucap Sahat.

Pada kesempatan di Lubuk Baja dan Bengkong, Sahat menerima harapan yang tidak jauh berbeda. Selain masalah air bersih, banyak warga meminta perbaikan sarana dan prasarana fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Banyak fasum dan fasos di Lubuk Baja yang dinilai perlu revitalisasi. Demikian dengan drainase dan lainnya ,” ungkap warga Lubuk Baja.***