Sekda Luki Ungkap Rencana Kepri Fokus Perkuat Digitalisasi dan Stabilitas Ekonomi

oleh -21 Dilihat
oleh

Batam – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Luki Zaiman Prawira mengungkapkan komitmen pihaknya, memperluas layanan digital. Menyiapkan langkah, dalam memperkuat digitalisasi sektor keuangan.

Langkah kedepan itu diungkapkan Luki Zaiman pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Wydham Panbil, Kota Batam, Jumat (28/11/2025). Kedepan, Pemerintah Kepri berkomitmen memperkuat digitalisasi di sektor keuangan.

“Juga dalam pelayanan publik sebagai langkah strategis dalam mendorong daya saing daerah,” tegasnya.

Disampaikan, transformasi digital diyakini dapat memperluas akses layanan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Hadir pada kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Ardhienus, pelaku usaha, akademisi, Lembaga Adat Melayu (LAM), UMKM, dan para OPD serta tamu undangan lainnya.

PTBI 2025 mengangkat tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Tema tersebut mencerminkan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tantangan domestik maupun global yang masih berlangsung.

Stabilitas ekonomi yang terjaga menjadi fondasi penting menuju pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, inklusif, sekaligus menopang agenda besar Indonesia Emas 2045.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga stabilitas serta menciptakan lingkungan yang mendorong produktivitas, inovasi, dan kemajuan ekonomi.

Di tengah ekonomi global yang stagnan dan terdampak ketidakpastian geopolitik, sinergi lintas lembaga dinilai mampu meminimalkan rambatan risiko global terhadap perekonomian nasional dan daerah.

Dalam pidatonya, Luki Zaiman menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri turut memperkuat strategi pembangunan ekonomi melalui pengembangan teknologi, perluasan digitalisasi, dan penguatan sektor energi.

Pemerintah daerah juga menggandeng perusahaan daerah serta sektor swasta untuk memperluas kontribusi UMKM dalam perekonomian regional.

“Pengembangan UMKM dan digitalisasi keuangan menjadi perhatian utama agar masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang cepat,” ujarnya.

Luki menjelaskan bahwa struktur geografis Kepri yang terdiri dari lebih dari dua ribu pulau dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga menjadikan pembangunan ekonomi daerah menghadapi tantangan tersendiri.

Kondisi ini sekaligus memberikan peluang strategis dalam penguatan konektivitas, perdagangan, dan investasi lintas negara. Meski memiliki tantangan geografis, pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Kepri dapat terus terjaga.

Luki menegaskan bahwa dukungan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Kepri juga berkomitmen menjaga inflasi agar tetap berada pada kisaran sasaran nasional, yakni 2,5 ± 1 persen untuk tahun 2025 dan 2026.

Inflasi Kepri pada Oktober tercatat sebesar 3,1 persen, sedikit naik dari September yang berada pada level 2,8 persen. Fluktuasi tersebut dipengaruhi dinamika pasokan yang kini terus diperkuat pengawasannya.

“Kita terus berupaya memastikan inflasi tetap terkendali dengan menjaga pasokan dan memperkuat koordinasi lintas instansi,” tegas Luki.***