12.4 C
New York
Jumat, September 30, 2022
spot_imgspot_img

Presiden Lepas Ekspor Pertanian dari Batuampar



Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi melepas secara serentak Merdeka Ekspor komoditas pertanian yang akan dikirim melalui 17 pintu ekspor di berbagai daerah. Pintu pelepasan produk pertanian Indonesia, diantaranya dari Batuampar, Batam.

Pelepasan produk pertanian itu dilepas dari 17 pintu Merdeka Ekspor, Sabtu (14/8/2021). Selain dari Pelabuhan Batuampar, Batam, ada Pelabuhan Laut Tanjung Priok, Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Laut Tanjung Mas Semarang, Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, dan Pelabuhan Laut Dwikora Pontianak. 



Selanjutnya, Pelabuhan Laut Belawan Medan, Pelabuhan Laut Makassar New Port, Pelabuhan Laut Jetty PT KRN Balikpapan, Pelabuhan Laut Panjang Lampung, Pelabuhan Sungai Boom Palembang, Pelabuhan Laut Trikora Banjarmasin, Pelabuhan Laut Talang Duku Jambi, Pelabuhan Laut Kuala Tanjung Asahan, Pelabuhan Laut Teluk Bayur Padang, dan Pelabuhan Laut Bitung Manado.

“Hari ini saya resmikan pelepasan merdeka ekspor pertanian tahun 2021,” ujar Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat Presiden (Setpres). 

Adanya ekspor komoditas pertanian ini, merupakan kabar baik yang menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sedang bangkit kembali. Dengan begitu, pada beberapa waktu ke depan kondisi perekonomian dapat sepenuhnya pulih kembali seperti sediakala. “Menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi,” tuturnya. 

Saat ini, ekspor pada komoditas pertanian setiap tahunnya mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat, dari ekspor pertanian pada 2019 nilainya mencapai Rp390 triliun, pada 2020 ekspor pertanian mencapai Rp451,8 triliun, dan pada semester I 2021 ekspor pertanian mencapai Rp282, 86 triliun. 

“Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi,” kata Presiden. 

Peningkatan ekspor tersebut, lanjut Presiden, juga memperbaiki nilai tukar petani dalam negeri. Indikasinya adalah  pada Juni 2020 nilainya berada di posisi 99,60, Desember 2020 nilai tukar berada di posisi 103,25, dan Juni 2021 nilainya mencapai di posisi 103,59. 

Seiring dengan naiknya nilai tersebut, tentunya berdampak positif bagi kesejahteraan para petani di masa mendatang. Sehingga, hal itu sangat berpeluang membuat petani dalam negeri menjadi semakin mandiri. 

Oleh karena itu, Presiden meminta, kepada seluruh pemangku kepentingan berpatisipasi secara aktif dalam mendukung ekspor komoditas pertanian. Sehingga, sektor tersebut mampu berkembang lebih pesat dalam beberapa waktu ke depannya. 

Ini penting, mengingat dengan adanya dukungan dari pemangku kepentingan akan membuat para petani semakin maju. Caranya, seperti pemangku kepentingan terkait di daerah dapat mendukung para petani dapat akses permodalan dengan melalui teknologi. 

Lalu, instansi pemerintah terkait dapat sambungkan dengan pasar besar. Sehingga, produk pertanian yang dihasilkan oleh petani dapat menjangkau pasar dalam maupun luar negeri. Dengan begitu,  petani semakin mudah melakukan ekspor setiap komoditas pertanian. 

“Saya minta sambungkan dengan supply chain nasional dan global sehingga petani mudah untuk mengekspor,” katanya.(am)

Related Articles

Stay Connected

137FansSuka
50PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles