Batam – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, masih terus memperluas distribusi jaringan gas (Jargas), ke area perumaan di Batam. PGN optimis, target 10 ribu sambungan baru akan tercapai, hingga akhir tahun 2026. Pada tahun 2025 sampai 2026 ini, pembangunan pipa distribusi Jargas sudah dilakukan di 16 perumahan di Batam.
Demikian disampaikan Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Batam, Wendi Purwanto, Sabtu (11/4/2026) di Batam. Saat ini, pipa distribusi untuk tambahan perumahan tambahan yang telah dipasang tahun 2025 sampai 2026, ada 16 perumahan.

Masing-masing, Taman Carina, Rosinton, Cemara Asri, Taman Anugerah, Taman Teratai 3, Masyeba, Sierra, Graha Nusa Batam, Mitra Centre, Suka Maju, Villa Muka Kuning, Legenda Malaka, Hang Tuah Kasturi, Oma, Villa Hang Lekir dan KDA.
Diungkapkan, pihaknya optimis, target 10.000 sambungan baru, hingga akhir tahun sudah selesai. Dimana saat ini, PGN juga sedang melakukan proses canvassing di seluruh area Batam.
“Sekarang, sedang proses canvassing (penelusuran) di seluruh wilayah pulau Batam yang terdapat perumahan,” kata Wendi.
Program peneluauran dilakukan, untuk mengumpulkan berkas dan melakukan persiapan untuk pembangunan 114 ribu sambungan rumah tangga baru yang ditargetkan terealisasi hingga 2027 dan berlanjut sampai 2030.
“Saat ramadhan kemarin juga tetap bkerja untuk melakukan sambungan baru. Saat ramadhan, ada 200-an rumah yang mendapat sambungan baru,” bebernya.
Dengan sambungan baru Jargas di Batam, maka konsumsi gas bumi juga meningkat. Dimana, saat ini konsumsi gas Maret 2026, mencapai 111.80 BBTUD. “Sekarang pelanggan PGN dari Jargas di Batam, sudah ada 9.363. Itu semua, mulai rumah tangga, retail hingga industri,” bebernya.
Hanya saja diakui Wendi, kendala yang dihadapi pihaknya, terkait pemasangan pipa kedapur warga. Banyak warga yang tidak ada dirumah, saat tim pemasangan pipa Jargas, akan melakukan pekerjaannya.
“Rata-rata orang Batam kan kerja. Kalau siang mereka tidak ada. Maunya mereka, Sabtu dan Minggu memasang jaringannya. Pada hal, Sabtu dan Minggu, sebagian petugas libur. Padahal, kita maunya Senin sampai Jumat. Karena hari itu, semua petugas bisa. Jadinya pemasangan menjadi terbatas,” beber Wendi yang sudah 8 tahun bertugas di Batam itu.
Terkait optimisme PGN bisa mencapai target 10ribu sambungan baru tahun ini, didukung ketersedian material, yang sebelumnya sudah tiba di Batam. Termaksud didalamnya, tim proyek yang akan menjalankan proyek itu.
“Tim proyek dan material untuk Jargas, sudah ada di Batam. Untuk pemasangan, menggunakan subcon dari luar Batam, namun untuk pekerja tetap dari Batam,” ungkap Wendi.
Melalui program Jargas ini, calon pengguna tidak dipungut biaya atau gratis, dari pipa induk ke pipa dinas untuk sambungan ke meteran gas pelanggan, hingga pipa instalasi, sambungan dari meteran ke kompor.
“Pemasangan jaringan hingga dapur, gratis hingga 15 meter. Jika lebih, baru ada dikenakan biaya tambahan,” beber Wendi.
Saat ini, pipa induk gas bumi di Batam, sudah terpasang sekitar 268 km. Dengan demikian, maka target yang dicanangkan pemerintah dan PGN pusat, diyakini bisa terealisasi pada tahun ini.(mbb)










