Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bersama BPH Migas Pastikan Keandalan Energi di Pulau Nias

oleh -41 Dilihat
oleh

Gunungsitoli – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan keandalan suplai energi di Pulau Nias yang merupakan salah satu wilayah kepulauan strategis di Sumatera Utara. Untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah kepulauan dan daerah terluar, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto meninjau langsung operasional Fuel Terminal (FT) Gunungsitoli pada Kamis (15/1).

“Kami pastikan distribusi BBM lancar dan stok BBM (Pertalite dan Biosolar) aman di FT Gunungsitoli. Ketahanan stok Pertalite mencapai 14 hari dan Biosolar 8 hari, stok BBM ini belum termasuk stok BBM dari kapal tanker,” ujar Sunardi.

Per 15 Januari 2026, stok Pertalite di FT Gunungsitoli tercatat sebanyak 1.950 KL dan Biosolar 1.947 KL. Pada 19 Januari mendatang, direncanakan penambahan pasokan sebesar 1.000 KL Pertalite dan 1.800 KL Biosolar untuk memperkuat ketahanan suplai di Kepulauan Nias.

FT Gunungsitoli merupakan objek vital nasional dan satu-satunya fasilitas penerimaan BBM di Kepulauan Nias. Terminal ini didukung aset utama berupa tangki timbun, jetty, pompa, serta sistem distribusi BBM terintegrasi. Seluruh sarana dan prasarana operasional telah dilengkapi sistem keselamatan, pengamanan, dan pengendalian mutu sesuai standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE). BBM diterima melalui jalur laut, kemudian disimpan di tangki timbun dan disalurkan secara terukur melalui mobil tangki ke SPBU.

“Saya mengapresiasi FT Gunungsitoli yang telah berupaya maksimal sebagai objek vital nasional satu-satunya di Pulau Nias dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan suplai energi bagi masyarakat,” kata Sunardi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas menegaskan bahwa penyaluran BBM subsidi untuk sektor nelayan, layanan umum, UMKM, dan sektor lainnya telah mengacu pada regulasi pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2024.

“FT Gunungsitoli ini sangat penting dan menjadi penopang dari kehidupan penyediaan energi di Kepulauan Nias. Terus perkuat sarana, tingkatkan pengawasan dan pelayanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujar Wahyudi.

Usai meninjau operasional distribusi, Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas melaksanakan rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) terkait pemenuhan kebutuhan BBM bagi nelayan di Kabupaten Nias Utara sebagai upaya mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi lokal serta kesejahteraan nelayan.

“Tujuan rapat koordinasi ini untuk mendorong sinergi dan berkolaborasi dengan pihak BPH Migas dan Pertamina dalam rangka peningkatan pemenuhan kebutuhan BBM terutama bagi nelayan di Nias Utara,” kata Yusman.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, BPH Migas dan KKP turut melakukan peninjauan lokasi pembangunan SPBU di Desa Siofa Banua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. Pembangunan SPBU tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas akses energi bagi masyarakat.

Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan dan terjangkau di seluruh wilayah, termasuk wilayah kepulauan, sebagai bagian dari dukungan terhadap aktivitas masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.***