Pertamina Patra Niaga Lanjutkan Transisi Energi SAF, Peringkat 1 Sub Industri Integrated Oil and Gas

oleh -73 Dilihat
oleh

Jakarta – Sejalan dengan agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pada 2025, Pertamina SAF telah tersertifikasi internasional berkelanjutan ISCC CORSIA untuk fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) di 3 (tiga) bandara utama, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Halim Perdanakusuma. Inisiatif ini diperkuat melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan.

Hal ini pun terus dikembangkan dalam ekosistem Pertamina SAF, melalui program Movement Ramah Lingkungan yang mengajak partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah melalui program Pengumpulan Minyak Jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina. Per 31 Desember 2025, volume terkumpul mencapai 154.408 liter dari 5.225 masyarakat yang berpartisipasi.

“Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden RI,” pungkas Mars Ega.

– Pertamina Peringkat 1 Sub Industri Integrated Oil and Gas

Peringkat keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus meningkat. Pada 31 Desember 2025, Pertamina memperoleh kenaikan skor ESG (Environmental, Social and Governance) dari Lembaga ESG Risk Rating Global Sustainalytics, menjadi 23,1 (Medium Risk) dari sebelumnya 26,9 (Medium Risk) tahun 2024. Penilaian yang lebih kecil lebih baik, karena menunjukkan tingkat risiko yang lebih rendah.

Melalui skor tersebut, Pertamina berhasil mempertahankan posisinya pada peringkat ESG nomor 1 dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas, dari 56 perusahaan minyak dan gas terintegrasi lainnya.

Pertamina berada dalam 11% perusahaan Sub Industri Integrated Oil and Gas dengan kategori Medium Risk, sementara 32% dan 57% perusahaan pada sub industri sejenis berada pada kategori High Risk dan Severe Risk.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan, peringkat ini mencerminkan keberhasilan Pertamina dalam mengelola risiko keberlanjutan secara komprehensif, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan atau ESG di seluruh lini bisnisnya.

“Pengakuan dari lembaga ESG internasional menunjukkan bahwa komitmen Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan terus mendapatkan kepercayaan dunia,” ujar Baron.

Penguatan kinerja ESG Pertamina juga tercermin dari pemeringkatan lembaga global lainnya. Berdasarkan data MSCI ESG Rating per 31 Desember 2025, Pertamina meraih rating BBB, meningkat dari rating BB yang diperoleh tahun 2024.

“Rating BBB yang berhasil diperoleh ini semakin menunjukkan apresiasi dari lembaga resmi global, terkait kinerja ESG Pertamina. Capaian Pertamina mencerminkan tren keberlanjutan yang konsisten,” jelas Baron.

Selain itu, lembaga pemeringkat CDP turut memberikan penilaian positif terhadap aspek lingkungan Pertamina. Pada tahun 2025, peringkat Water Security Pertamina meningkat menjadi A- dari sebelumnya B, yang menempatkan Pertamina pada kategori ‘Leadership’, di mana pengelolaan air dinilai berada di atas rata-rata industri.

Sementara itu, skor untuk aspek Climate Change bertahan pada B, yang mengindikasikan kategori ‘Management’.

“Pertamina tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan,” tambah Baron.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan penerapan ESG sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan bisnis, menciptakan nilai jangka panjang, serta mendukung transisi energi berkelanjutan.

“ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi menjadi strategi inti Pertamina dalam memastikan keberlanjutan bisnis dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan,” tandas Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.***