Kuliner Big Takoyaki di BWR ke-7 di Taman Dang Anom,

oleh -27 Dilihat
oleh

Batam – Kegiatan tahunan yang menjadi ruang berburu kuliner, hingga menikmati beragam festival, Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7 di Taman Dang Anom, Batam Kota sudah dibuka. Diantara puluhan tenant yang mengelar kuliner tradisional dan kekinian even Bazar ada satu yang menarik peerhatian pengunjung.

Salah satu yang diserbu pengunjung stand, ada Big Takoyaki. Kuliner kekinian ni sangat lezat disenangi anak anak muda berbahan dasar tepung takoyaki merupakan adonan khusus telur, dashi bubuk,air, umbu penyedap, kaldu bubuk dengan potongan isian sosis, crab stick, cumi, bakso, keju mozarella, Saus takoyaki, Mayonnaise, Cakalang katsuobushi, Rumput, laut bubuk, Saus mentai dan Boncabe, sungguh mengugah selera sebagai menu pembuka puasa.

Dengan harga terjangkau Big Takoyaki Jumbo, original diharga Rp22.000 dan Mentai Jumbo diharga Rp25.000. Sementara Takoyaki Mini Original /7 pices seharga Rp15.000 dan Mentai /6 pices Rp20.000.

Yogi sebagai pemilik usaha, menjalankan usaha bersama istri ini, sangat senang dapat bergabung untuk pertama kalinya di Even BWR. “Sangat senang untuk pertama kali bergabung di even bazar BWR ini. Alhamdullilah juga menjadi viral, saya sangat bersyukur setuliap hari jualan saya sold out, dan berjanji akan terus mengikutinya ditahun tahun depan,” ujarnya.

Even Bazar yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan BWR yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. Menurutnya, konsistensi pelaksanaan hingga tahun ketujuh mencerminkan komitmen dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif.

Ia mengingatkan agar suasana Ramadan tetap dijaga dengan penuh kekhusyukan. Saat waktu Magrib tiba, aktivitas bazar diharapkan dihentikan sementara agar pengunjung dan pelaku usaha dapat berbuka puasa serta menunaikan salat Magrib.

Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyediakan musala dan mendorong pelaksanaan salat berjemaah. Selain itu, pelaku usaha diimbau menjaga kebersihan dan kesehatan makanan yang dijual.

Untuk memastikan keamanan pangan, kata dia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengecekan kualitas makanan yang dipasarkan di area BWR. Langkah tersebut diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berbuka puasa di lokasi kegiatan.

“Semoga selama Ramadan kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan khusyuk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, melaporkan bahwa BWR telah digelar selama tujuh tahun dan secara konsisten menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini bahkan pernah tercatat dalam kalender event Nusantara.

Ia menjelaskan, BWR tidak hanya menghadirkan bazar kuliner untuk berbuka puasa, tetapi juga menyediakan fasilitas pendukung seperti musala dan ruang bermain keluarga. Tahun ini, sebanyak 75 tenan ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung dari 17 Februari hingga 1 Maret 2026.

Pelaksanaan BWR ke-7 turut melibatkan berbagai unsur, antara lain PKK Kota Batam, Dharma Wanita Persatuan, serta DWP Disbudpar. Selain bazar kuliner, rangkaian kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama, program kolaborasi dengan AirAsia, santunan anak yatim piatu, serta ***