
Batam – Penguatan pengembangan industri di Batam, terus berlangsung. Terbaru, Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani kesepakatan (MoU) dengan PSN Wiraraja Galang. MoU mendukung PT Galang Bumi Industri, membangun dan mengembangkan proyek strategis nasional (PSN) di Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam.

Penandatanganan nota kesepakatan berlangsung di gedung Bida Marketing, BP Batam, Rabu (28/10/2026). Hadir pada kesempatan itu, Kepala BP Batam, Amsakar Ahmad bersama jajarannya. Kemudian, Presiden Direktur Wiraraja yang juga Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana.


Menurut Ma’ruf, MoU ini merupakan kelanjutan kesepakatan bersama perusahaan Amerika Serikat. “Kami bersama konsorsium dari perusahaan-perusahaan Amerika membangun industri semiconduktor, hilirisasi pasir silica dan turunannya,”‘ ungkap Ma’ruf.

Ia berharap, baik BP Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri hingga pemerintah pusat, akan terus mendukung bangkitnya Industri di Indonesia. ” Kami yakin dan optimis, dibawah pemerintahaan Presiden Prabowo, Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan economi 8 persen,” tegasnya dengan optimis.
Dijelaskan, pengembangan proyek di Rempang, akan memberikan dampak ekonomis, tidak hanya bagi Indonesia. Namun masyarakat Batam juga, untuk mengurangi pengangguran.
“Ini juga akan mendukung pengembangan industri strategis di Batam,” harap Ma’ruf.
Untuk pengembangan industri di Rempang, akan dibangun kerjasama juga dengan Jerman. Dimana, calon tenaga kerja yang akan beraktifitas disana, akan mengikuti pelatihan di Jerman.
“Untuk di Rempang, nilai investasi sekitar 800 juta hingga 900 juta dolar AS. Perusahaan akan dibangun pengusaha dari Amerika dan Jerman. Nanti akan dikirim ke Jerman tenaga kerja teknis untuk pelatihan,” bebernya.
Dijelaskan, industri berbasis pasir silika dengan tingkat kemurnian tinggi akan memenuhi kebutuhan sektor teknologi dan manufaktur masa depan. Diharapkan, kebutuhan lahan yang luas untuk pengembangan kawasan industri dapat direalisasikan.
Dimana, dibutuhkan lahan lebih luas hingga 150 hektare, untuk menampung material bahan baku. Investor juga menyiapkan pasokan pasir silika khusus dari luar negeri dengan tingkat kemurnian yang diklaim mencapai 99 persen.
“Sehingga hilirisasi semikonduktor akan terpenuhi kebutuhan industri kedepan. Pengembangan industri di Rempang akan berlangsung secara bertahap. Industri dari Jepang juga akan masuk nanti,” jelasnya.
Hilirisasi pasir silika merupakan material produk berbasis silikon, termasuk material yang digunakan dalam industri semikonduktor. Investasi ini berpotensi membuka peluang penciptaan lapangan kerja, memperluas aktivitas industri, serta meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri global.
Ditempat sama, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, usai penandatanganan MoU, menyebutkan jika kerjasama itu, akan memperkuat daya tarik Batam. Diharapkan, Batam akan menjadi tujuan utama pengembangan industri teknologi tinggi.
“Sehingga ekspor kita juga naik dan pertumbuhan ekonomi kita bisa terus naik. Kita perlu jaga bersama momentum meningkatkan investasi, memperkuat kepastian berusaha,” himbaunya.
Pada kesempatan itu, Amsakar sempat menyinggung pertumbuhan investasi di Batam. Dimana, pada tahun ini, ditergetkan investasi naik sampai Rp70 triliun. Pihaknya optimis dengan terget itu, karena pada semester I, capaian investasi sudah Rp59,8 triliun.
“Penyederhanaan perizinan, dukungan regulasi, serta peningkatan standar pelayanan menjadi faktor yang perlu terus diperkuat untuk mempertahankan kepercayaan investor. Perlu menjaga dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan dan investor,” himbauunya.***










