Inovasi Digital Wisata Religi Jejak Religi Kepri Direspon Kepala Disbudpar Batam Ardi

oleh -20 Dilihat
oleh

Batam — Arya Syaputra, Duta Pariwisata Indonesia perwakilan Kepulauan Riau, menghadirkan inovasi digital melalui Jejak Religi Kepri, sebuah website yang berfokus pada pengenalan dan promosi destinasi wisata religi di Kepulauan Riau.

Website yang dapat diakses melalui jejakreligikepri.com ini merupakan bagian dari advokasi Arya dalam mendorong digitalisasi pariwisata, khususnya wisata religi yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.

Inisiatif tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardi Winata, yang berkesempatan melihat langsung website Jejak Religi Kepri. Kehadiran platform ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata religi melalui pendekatan teknologi digital.

Melalui Jejak Religi Kepri, Arya berupaya mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi mengenai destinasi wisata religi, mulai dari tempat ibadah hingga situs bersejarah yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Gagasan ini juga mengangkat pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai bagian dari kekayaan sosial masyarakat Kepulauan Riau.

Arya menilai bahwa perkembangan teknologi digital dapat menjadi peluang untuk memperluas promosi pariwisata daerah. Melalui website ini, potensi wisata religi diharapkan dapat dikenal lebih luas, terutama oleh generasi muda yang akrab dengan pemanfaatan teknologi dan media digital.

Advokasi Jejak Religi Kepri tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi, tetapi juga pada pelestarian warisan sejarah dan budaya. Dengan penyajian informasi yang mudah diakses, platform ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal, menghargai, dan menjaga keberagaman serta identitas budaya daerah.

Melalui inovasi ini, Arya Syaputra menghadirkan langkah nyata dalam mendukung digitalisasi pariwisata Kepulauan Riau. Jejak Religi Kepri diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu media informasi wisata religi yang berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.***