Hari Jadi Kepri, Amsakar Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Berkelanjutan

oleh -130 Dilihat
oleh

Batam — Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan posisi Batam sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal itu disampaikan Amsakar saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (24/9/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Forkopimda Kota Batam, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Dalam pidatonya, Amsakar mengatakan peringatan hari jadi tidak sekadar menandai pertambahan usia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat capaian pembangunan sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.

Tahun ini, Hari Jadi ke-24 Kepri mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Berkelanjutan.”

Tema tersebut mengambil inspirasi dari Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat sejarah dan peradaban Melayu. Bagi Amsakar, nilai sejarah itu menjadi pengingat agar pembangunan tetap berakar pada budaya, tetapi sekaligus berorientasi pada masa depan.

Dalam kesempatan itu, Amsakar menyoroti capaian ekonomi Batam yang terus menunjukkan pertumbuhan.

Ia menyampaikan, perekonomian Batam pada triwulan II 2026 tumbuh 7,28 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,99 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.

Capaian itu, menurut Amsakar, memperlihatkan peran Batam yang semakin penting sebagai pusat kegiatan ekonomi dan investasi.

“Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” kata Amsakar.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak. Amsakar menyebut kolaborasi Pemerintah Kota Batam, Forkopimda, BP Batam, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga laju pembangunan.

Amsakar kemudian mengaitkan perkembangan Batam dengan arah pembangunan nasional, terutama hilirisasi, industrialisasi, percepatan investasi, deregulasi, dan efisiensi logistik.

Ia juga menyebut Batam diarahkan untuk semakin memperkuat perannya sebagai gerbang maritim dan investasi global.

Penguatan tata kelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan investasi dan memberikan kepastian bagi investor.

Pemerintah Kota Batam, lanjut Amsakar, berkomitmen mendukung arah tersebut, khususnya dalam mempercepat hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat kemandirian ekonomi, serta memperluas lapangan kerja.

Namun, bagi Amsakar, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari angka investasi. Pertumbuhan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi dan lonjakan investasi yang kita capai harus terus kita jaga agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Komitmen tersebut, kata Amsakar, diterjemahkan melalui berbagai program pelayanan dasar dan penguatan sumber daya manusia.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemko Batam terus menjalankan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja agar semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

Pemerintah juga memperluas akses masyarakat lokal terhadap peluang kerja. Terbaru, Pemko Batam telah menjalin nota kesepahaman dengan 30 perusahaan agar memberikan perhatian terhadap rekrutmen tenaga kerja lokal, dengan target minimal 20 persen.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya memastikan pertumbuhan ekonomi dan investasi turut membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat Batam.

Dari Pertumbuhan Ekonomi ke Pelayanan Dasar

Pembangunan juga diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dalam penyediaan air bersih, Amsakar menyampaikan penyambungan jaringan telah selesai untuk 227 warga di RW 8 Tanjung Sengkuang. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 1.200 sambungan yang mencakup wilayah dari RW 1 hingga RW 17.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan normalisasi, pendalaman, dan perbaikan sejumlah sarana untuk meminimalisasi risiko banjir di berbagai kawasan.

“Untuk melakukan normalisasi, membangun pendalaman dan perbaikan beberapa sarana yang meminimalisir banjir di daerah,” kata Amsakar.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Pada sektor kesehatan, Amsakar menyampaikan pelayanan di seluruh puskesmas dan rumah sakit terus diberikan kepada masyarakat.

Cakupan perlindungan kesehatan universal atau Universal Health Coverage (UHC) Batam kini telah mencapai sekitar 98 persen.

“Seluruh puskesmas kita, seluruh rumah sakit kita telah melayani masyarakat dengan baik. Perlindungan kesehatan universal Batam sudah berada di angka 98 persen,” ujarnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perluasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan kualitas hidup.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam telah menjalankan program pemberian seragam sekolah gratis selama dua tahun terakhir.

Program tersebut menyasar siswa SD dan SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.

Dukungan pendidikan juga diperluas melalui program beasiswa bagi anak-anak Batam berprestasi. Tahun ini, Amsakar menyebut terdapat 13 anak yang lolos ke tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Selain itu, terdapat 7 anak yang lolos ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), meskipun dua di antaranya kemudian mengundurkan diri.

Pemko Batam juga bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan masyarakat hinterland.

“Tahun ini ada 30 anak yang orang tuanya tidak mampu serta anak-anak masyarakat hinterland yang berprestasi. Sudah 30 orang kita beasiswakan,” kata Amsakar.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Batam agar mampu mengikuti kebutuhan ekonomi dan industri yang terus berkembang.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan Batam yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga pada peningkatan pelayanan dasar serta kualitas sumber daya manusia.

Amsakar menempatkan kemajuan Batam sebagai bagian dari perkembangan Kepri secara keseluruhan.

Dalam visi pembangunan Batam 2025–2029, pemerintah daerah menargetkan Batam menjadi kota madani yang inovatif, berbudaya dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat investasi dan pariwisata.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Berbagai pekerjaan rumah pembangunan masih perlu diselesaikan melalui kerja bersama dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Dua puluh empat tahun usia Kepulauan Riau harus kita jadikan momentum untuk terus menata dan membangun kota ini dengan karya dan prestasi yang lebih baik,” kata Amsakar.

Ia menilai semangat persatuan yang lahir dari sejarah Pulau Penyengat perlu diterjemahkan dalam kerja nyata untuk membangun Kepri yang semakin maju dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat untuk memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan.

Di akhir pidatonya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, kerja keras, dan inovasi untuk mendorong kemajuan Batam dan Kepri.

“Insya Allah kita dapat mewujudkan Batam dan Provinsi Kepri yang maju dan berkelanjutan. Selamat Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Amsakar.***