Jelang KSM 2026, Kolaborasi Seniman Lokal hingga Mancanegara Curi Perhatian

oleh -57 Dilihat
oleh

Batam – Suasana Lapangan Sentosa Perdana (SP) Sagulung, dipenuhi masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan beragam sajian seni Melayu yang tampil atraktif dan menghibur, dalam gelaran Jelang Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang berlangsung pada 18–19 April.

Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari tari tradisional, musik Melayu, pembacaan pantun dan puisi, hingga atraksi seni rupa melalui live painting. Kehadiran sesi melukis langsung menjadi magnet tersendiri, terlebih dengan partisipasi pelukis mancanegara asal Amerika Serikat, Mis Angela, yang berkolaborasi bersama Komunitas Seni Rupa Batam.

Aksi para perupa yang menciptakan karya secara spontan di tengah arena acara berhasil menarik perhatian pengunjung. Elemen seni rupa ini dinilai memberi warna baru dalam penyelenggaraan KSM sebagai ruang ekspresi lintas bidang seni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, bersama Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan. Keduanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya Melayu di Batam.

Raja Haji Muhammad Amin menyampaikan bahwa Jelang Kenduri merupakan tahap awal menuju puncak Kenduri Seni Melayu 2026 yang akan digelar lebih besar dan meriah. Diungkap, pada acara puncak nanti akan dihadirkan lebih banyak seniman, termasuk dari tingkat nasional hingga internasional.

“Kita harapkan masyarakat terus mendukung kegiatan ini. Ke depan, Kenduri Seni Melayu harus semakin berkembang dan menjadi agenda berskala nasional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan taman seni budaya sebagai wadah kreativitas bagi para seniman di Batam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan bahwa konsep Jelang Kenduri tahun ini dirancang lebih luas dengan pelaksanaan sebanyak tiga tahap di lokasi berbeda.

“Melalui konsep ini, kita ingin memberi kesempatan lebih banyak kepada sanggar-sanggar seni di kecamatan untuk tampil dan berkembang,” jelasnya.

Tahap pertama melibatkan sanggar dari Sagulung, Batuaji, Sekupang, hingga Belakangpadang. Selanjutnya, Jelang Kenduri kedua akan digelar di Tanjung Uma pada Mei, dan tahap ketiga di Sungai Beduk pada Juni.

Penampilan terbaik dari masing-masing tahap nantinya akan tampil pada puncak Kenduri Seni Melayu bersama peserta dari negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, menambahkan bahwa Jelang Kenduri juga berfungsi sebagai ajang pembinaan sekaligus seleksi bagi pelaku seni.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga proses untuk menyiapkan penampil terbaik sebelum tampil di panggung utama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Komunitas Seni Rupa Batam dalam mendokumentasikan perjalanan KSM melalui karya-karya lukisan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, karya tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam ranah ekonomi kreatif.

Beragam penampilan turut memeriahkan dua hari pelaksanaan, di antaranya musik Melayu oleh Malaykustik, penampilan penyanyi cilik Along Alif, pembacaan puisi oleh Puan Azzahra Nur Rafanda, serta pertunjukan pantun oleh Yoan S Nugraha dan Rendra Setyadiharja.

Sejumlah sanggar seni juga tampil memukau, seperti Sanggar Mulya Suri, Selasih 16, Tanjak Emas, dan Sanggar Pantai Basri yang menampilkan tari Jogi khas masyarakat pesisir Melayu.

Kenduri Seni Melayu sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang telah berlangsung sejak 1999 dan kini memasuki tahun ke-27. Event ini juga telah masuk dalam Kalender Event Nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas daerah hingga mancanegara, Jelang KSM 2026 menjadi bukti kuat bahwa Batam terus berkembang sebagai pusat seni dan budaya Melayu di kawasan regional.***