Batam – Langkah pemerintah dalam penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), direspon PGN. Setelah petinggi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di pusat menyatakan siap membantu peralihan kendaraan menggunakan bahan bakar gas (BBG), PGN di Batam juga menyatakan siap.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, Senin (13/4/2026) mengatakan, pihaknya siap untuk membantu kendaraan di Batam, menggunakan gas bumi. Dengan demikian, kendaraan di Batam, bisa menggunakan BBM sekaligus BBG.

“Kita siap mendukung penguatan ketahanan energi, sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Kita siap pasang converter Kit BBG di kendaraan warga Batam,” kata Wendi.
Diungkapkan Wendi, saat ini jumlah kendaraan yang menggunakan BBG di Batam, sekitar 100 unit. Mereka pengisian BBG di SPBG Gagas di Batam Center.
“Rata-rata setiap harinya, pengisian di lokasi SPBG Gagas berjumlah 150 transaksi,” kata Wendi.
Ditanya jenis kendaraan di Batam yang menggunakan BBG, diakui didominasi oleh penggunaan taksi bandara, blue bird dan beberapa taksi online.
“Tapi ada juga kendaraan pribadi yang menggunakan BBG ini. Penggunaan BBG, selain ramah lingkungan, juga karena lebih efisien dari harga,” jelasnya.
Dari sisi penggunaan, diakui ada peningkatan tahun 2026 dibanding tahun 2026, pada periode yang sama. Hanya saja, kenaikan diakui tidak signifikan. Terutama setelah pemerintah mendorong pengendara lebih hemat energi.
“Penggunaaan di tahun 2025 hingga 2026 BBG kita belum mengalami kenaikan yang signifikan. Tapi ada peningkatan pelanggan yang baru. Termaksud kendaraan pribadi, selain taksi online,” urainya.
Kedepan, pihaknya menghimbau agar masyarakat semakin banyak menggunakan BBG, selain BBM. Dimana, pengendara yang menggunakan BBM, bisa juga menggunakan BBG.
“Kita terbuka dengan masyarakat yang ingin menggunakan BBG. Yang penasaran cara penggunaan BBG, dapat menghubungi Call Center Pertamina 135 atau datang langsung ke lokasi SPBG Gagas,” himbaunya.
Sebelumnya, Komisaris Utama PGN, Tony Setia Boedi Hoesodo, memasang converter kit bahan bakar gas (BBG) pada kendaraan pribadinya. Pemasangan converter kit tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan sistem bahan bakar ganda (dual fuel), yakni bahan bakar minyak (BBM) dan BBG.
Dengan teknologi ini, pengguna dapat dengan mudah beralih dari BBM ke BBG hanya melalui tombol switch di dekat kemudi. Dengan demikian, kendaraan dapat menghemat biaya bahan bakar karena harganya terjangkau dan relatif stabil, sekitar Rp4.500 per liter.
“Memiliki daya tempuh lebih jauh, serta lebih ramah lingkungan,” ujar Tony saat proses pemasangan di Jakarta, (2/4/2026).
Seluruh proses instalasi dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan mengedepankan standar keselamatan, mulai dari penempatan tabung hingga pengaturan sistem aliran bahan bakar. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi BBG telah siap digunakan secara luas oleh masyarakat.
PGN mengajak masyarakat untuk mulai beralih dan mempertimbangkan penggunaan BBG sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian energi nasional. Layanan BBG PGN sendiri dijalankan oleh anak usaha, PT Gagas Energi Indonesia.***










