Tanjungpinang – Sidang Wilayah Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Kepulauan Riau, diharapkan memperkuat komitmen atas kerukunan umat beragama. Menciptakan harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat, sehingga dapat melakukan penguatan kepemimpinan umat.
Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura dan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat pembukaan Sidang Wilayah MPL PGI Kepri, Selasa (7/4/2026), di Tanjungpinang. Kegiatan itu diikuti peserta dari gereja, anggota PGI Kepri. Hadir juga Wakil Sekretaris Umum PGI Pusat Lenta Enni Simbolon.

Direncanakan, agenda kegiatan berlangsung selama dua hari, dengan agenda pemilihan Ketua Umum, Sekum dan pengurus lainnya, Rabu (8/4/2026), dengan tema Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran.
Menurut Nyanyang, Kepri sebagai daerah perbatasan, memiliki keberagaman yang menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan. Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai keagamaan dan sosial.
Gereja memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kasih, kejujuran, kedisiplinan, serta semangat pelayanan di tengah masyarakat.
“Masyarakat Kepri hidup berdampingan dengan menjunjung tinggi nilai toleransi meski berbeda latar belakang,” kata Nyanyang.
Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sidang wilayah tersebut. Ia menyebut forum ini menjadi ruang memperkuat peran organisasi keagamaan dalam kehidupan sosial.
“Sidang ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja serta merumuskan arah kebijakan agar dapat terus berperan dalam menciptakan harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Lis.
Ia menambahkan, isu keagamaan kerap menjadi hal yang sensitif sehingga diperlukan sinergi semua pihak untuk menjaga stabilitas sosial.
“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni sinergi dalam merawat kerukunan, penguatan kepemimpinan umat, serta menghadirkan kelompok pemersatu di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan Kepri memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang mencerminkan wajah Indonesia di bagian barat.
Menurutnya, keberagaman masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan. Berdasarkan data, terdapat sekitar 230 ribu umat Kristiani yang tersebar di sekitar 500 sektor pelayanan gereja di Kepulauan Riau.
“Masyarakat Kepri merupakan masyarakat majemuk dengan berbagai latar belakang. Meski memiliki perbedaan suku, adat, budaya, dan agama, masyarakat tetap hidup berdampingan serta menjunjung tinggi nilai toleransi,” kata Nyanyang.
Ia mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga perlu didukung pembangunan nilai keagamaan dan karakter masyarakat.
“Gereja memiliki peran besar dalam menanamkan nilai kasih, kepedulian, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat pelayanan kepada sesama,” imbuh Lis.(am)










