Kemudahan Transaksi Bantu Usaha Rumahan Berkembang Hingga Tempati Ruko dengan Omset Miliaran

oleh -39 Dilihat
oleh

Kasir Kafe Jananan Denis Tirta, saat melayani pembayaran melalui pelayan kafe itu. f-dapot

Mobil hitam dikendarai seorang ibu berumur sekitar 50 tahun, bernama Denis Tirta, memasuki area parkir. Nama Denis Tirta, sama seperti penggalan nama usaha kuliner, Kafe Jajanan Denis Tirta di kawasan Ruko Anggrek Mas, Batam Center, Batam.

Pagi itu, Minggu (25/3/2026), mereka harus memenuhi kebutuhan gas satu pelanggannya, Kafe Jajanan Denis Tirta. Kafe ini berada di kawasan Ruko Anggrek Mas Center, kecamatan Batam Kota, Batam, Provinsi Kepri. Kafe itu menggunakan dua unit ruko, yang dijadikan satu tempat usaha.

Sebelum menempati dua Ruko yang dijadikan satu dengan tiga lantai, Jajanan Denis Tirta menempati rumah kediaman Denis di Perumahan Anggrek Mas. Kesamaan nama, menggambarkan, Denis sebagai pemilik Cafe itu.

Setiap kedatangannya untuk meninjau kegiatan karyawannya, Denis lebih sering memilih duduk dikursi, teras samping Ruko itu, sambil menikmati kopi. Ruko itu sendiri memiliki tiga lantai. Dimana, untuk lantai pertama, ruangan dilengkapi AC.

Jika ada pengunjung ingin menikmati udara atau angin, bisa di teras samping, dengan dua meja untuk pelanggan yang menikmati kopi. Selain itu, dilantai 2 juga, disediakan ruangan AC dan ruang terbuka tanpa AC, untuk menikmati menu kafe itu.

Sementara dilantai 3 Ruko itu, beberapa orang pekerja Kafe itu, membuat kue. Sebagian kue itu dijual di Kafe itu dan sebagian lainnya dijual di luar. Termaksud dijual secara online.

Sebelum menikmati kopi yang diantar anak buahnya, beranjak dari tempat duduknya, kedalam ruang kafe itu. Didalam, terlihat banyak pelanggan yang baru selesai mengantar anaknya ke sekolah. Sebagian besar mereka, merupakan perempuan yang menikmati menu kafe.

Kafe itu kini memiliki pengunjung yang cukup ramai. Termaksud dari kalangan pejabat dan pengusaha di Batam ini. Bahkan Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia, sudah sering menikmati menu makanan dan minuman di kafe itu.

Kesibukan di kafe itu, semakin terasa pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Diakhir pekan, wisatawan dari Malaysia dan Singapura akan banyak berkunjung.  Mereka menikmati menu makanan dan minuman, di cafe. Tidak sedikit juga, membeli makanan, untuk dibawa ke negara asalnya, sebagai oleh-oleh.

Daya tarik menu makanan dan minuman di kafe itu, selain rasa, juga karena menu yang tersedia cukup beragam. Semua makanan dan minuman disana, merupakan hasil olahan, karyawan di dapur Jajanan Denis Tirta.

Mulai Waffle, roti sobek abon, roti sobek vanila coklat, gabin tape dan coklat. Kemudian ada putu ayu, kue apem, kue sarang semut, kue lapis surabaya, Lychee Mojito, Pukis, Palm Cheese, Nastar. Ada makanan ringan ala kampung, seperti Lupis, Enil, Klepon dan lainnya.

Ada juga minuman kopi dan teh berbagai rasa. Seperti es kopi susu jelly, es cream kopi dan lainnya. Untuk makanan lain, ada mie goreng jawa, Sop Tahu Bakso, bubur ayam, Nasi Goreng Buntut Kecombrang dan lainnya.

Sebagian besar menu makanan itu, sudah tersedia, sejak Denis membuka usaha dari kediamannya. Dimana, sebelum membuka Kafe Jajanan Denis Tirta tahun 2022, ia menjalankan usahanya dari rumah.

Usaha rumahan itu, hanya melayani pesanan secara online atau dengan jemput pesanan makanan di kediaman Denis. Hingga pelanggan terus meningkat, dari hari ke hari.

Kondisi itu menyebabkan pelanggan atau ojek online yang menjemput makanan ke kediamannya, terus meningkat. Bahkan waktu kedatangan kendaraan yang menjemput makanan, tidak menentu. Sehingga menggangu tetangga satu kompleks perumahan mereka.

“Agar tetangga tidak terganggu karena orang menjemput pesanan, saya dan suami sepakat buka Kafe Jajanan Denis Tirta,” cerita Denis.

Kondisi pesanan meningkat, mendorong Denis menyiapkan tempat yang lebih besar. Pada tahun 2022, ia memilih untuk memindahkan usaha ke Ruko.

Ruko itu kemudian digunakan sebagai tempat menerima pengunjung, untuk menikmati makanan dan minuman. Semua makanan dan minuman yang dihasilkan, diproduksi di lantai 3 Ruko itu.

Dari sana, mereka mememperluas pasar secara online, melalui media sosial (Medsos). Namun disisi lain, mereka juga harus menambah karyawan. Dengan demikian, pesanan online dan pesanan pengunjung di Cafe Jajanan Denis Tirta di ruko itu, dapat dipenuhi.

Konsistensi dan kecepatan pemenuhan pesanan itu, meningkatkan penghasilan Denis. Penghasilan dari makanan ringan atau kue dengan jualan online, yang sudah memcapai Rp70 juta per bulan, meningkat drastis.

Kini, dengan usaha yang berkembang di Ruko dan pasar online terjaga, omset Jajanan Denis Tirta, sudah diatas Rp300 juta per bulan, atau lebih dari Rp3 miliar per tahun. Demikian dengan jumlah karyawan yang meningkat menjadi 18 orang.

Kondisi itu juga mendorong Denis untuk memperluas pasar. Walau nyaman dengan usaha kafenya, ia tetap mempertahankan pasar online.

“Kita membantu pelanggan tetap terlayani melalui sistem online,” harapnya.

Pada prinsipnya, untuk menjaga daya saing usaha, Denis sangat memperhatikan kualitas bahan baku, kemudian kebersihan. “Kami menguji bahan baku dan produk, untuk memastikan keamanan pangan serta kualitas. Kemudian, menjaga kebersihan dan sanitasi tempat kerja. Itu selain memperhatikan rasa makanan,” cerita Denis.

“Ibu (istri) berani buka kafe, karena pelanggan online sudah lumayan. Butuh tempat lebih luas juga untuk memasak dan mengemas pesanan. Sekaligus melayani pelanggan baru yang ingin menikmati di tempat (kafe),” kata Biyanto, suami Denis, yang datang belakangan, menimpali.

Koki Kafe Jajanan Denis Tirta saat menyiapkan pesanan untuk diantar ke pelanggan

  • Kemudahan Pembayaran Lewat QRIS

Selain memperhatikan kualitas produk yang dipasarkan secara langsung atau online, Denis juga memperhatikan sistem pembayaran. Di kasir Kafe Jananan Denis Tirta, disediakan juga pembayaran dengan sistem debit dari kartu ATM, hingga menggunakan QRIS.

Belakangan, sistem pembayaran dengan QRIS ini, lebih banyak digunakan pelanggannya. Bahkan untuk sistem pembayaran yang disediakan, pelanggan kafe atau yang menikmati makanan dan minuman UMKM ini, lebih 90 persen sudah menggunakan pembaran digital dan ATM.

“Sudah sangat jarang pembayaran menggunakan uang cash. Hampir semua menggunakan ATM atau transfer dengan banking dan QRIS,” jelasnya.

Demikian dengan pelanggan dari daerah dan negara lain, yang mampir untuk berbelanja. Pelanggan dari negara tetangga, Malaysia dan Singapura, diakui sudah banyak menggunakan QRIS.

“Kita berikan kemudahan dan kenyamanan pelanggan untuk melakukan transaksi. Kemudahan transaksi ini besar pengaruhnya bagi pelanggan,” beber Denis.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto mengapresiasi. Ia juga mengakui, saat ini penggunaan transaksi melalui QRIS, cukup besar di Provinsi Kepri.

Dimana, sepanjang 2025, transaksi QRIS di Kepri tercatat mencapai Rp11,5 triliun. “Transaksi dengan QRIS ini mudah dan di Batam diakui sudah banyak. Sehingga, tidak sulit untuk menemukan UMKM, yang melayani pembayaran dengan QRIS,” bebernya.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Selain kualitas produk dan sebaran pasar, penting dukungan kemudahan UMKM dan konsumen atau pelanggan, menggunakan transaksi.

Dengan keberadaan QRIS, maka transaksi antara UMKM di Kepri dengan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, Singapura, Jepang dan lainnya, akan lebih mudah.

“Ini juga akan membantu Pariwisata Batam lebih besar pertumbuhannya. Karena kemudahan transaksi mempengaruhi daya tarik bagi Wisman,” ujar Amsakar.

Disisi lain, Amsakar menyampaikan komitmen untuk terus mendukung dan memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batam. Ia dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Amsakar menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai program prioritas yang wajib dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita juga berikan kemudahan untuk UMKM medapat pinjaman. Kita juga meminta agar perbankan dan pelaku usaha kecil, memperhatikan BI Checking atau SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan),” himbau Kepala BP Batam ini.

“Spirit kami bersama Wakil Wali Kota adalah bagaimana UMKM di Batam bisa naik kelas,” harap Amsakar lagi.

Sikap Amsakar itu sejalan dengan harapan yang disampaikan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza saat berkunjung ke Batam, belum lama ini. Disebutkan, digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Batam.

Dinilai, digitalisasi UMKM di Batam menjadi agenda penting yang harus segera diwujudkan. Melalui dashboard investasi digital yang dikembangkan BP Batam, data potensi daerah akan dikoneksikan dengan platform UMKM nasional agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang pasar global.

“Kami melihat potensi Batam yang luar biasa, terutama di sektor ekonomi kreatif. Batam bisa menjadi pusat pengembangan ekraf.Kami bahkan mempertimbangkan pembentukan kawasan berikat UMKM untuk mendorong ekspor produk kreatif,” imbuhnya.

Dimana, tanggung jawab sosial dunia usaha yang secara khusus diarahkan untuk penguatan UMKM di daerah investasi. CBR diharapkan menjadi jembatan antara korporasi, lembaga pembiayaan, dan pelaku UMKM agar tercipta ekosistem bisnis yang inklusif.

Dalam konteks pembiayaan, Helvi juga menyinggung peran penting bank-bank BUMN dalam memperkuat akses modal bagi UMKM. Ia menekankan perlunya sinergi antara lembaga keuangan seperti BNI, BRI, dan BP Batam dalam membangun ekosistem pembiayaan yang efisien dan berkelanjutan.(mar)