Batam – Perusahaan Gas Negara (PGN), menyambut antusias, program yang dicanangkan pusat untuk Batam. Dimana, PGN mencanangkan, sambungan baru, jaringan gas (Jargas) tahun 2026, di Kota Batam, mendekati angka 10 ribu. Kontruksi sambungan baru itu, akan dimulai Februari 2026 mendatang.
Demikian diungkapkan Area Head PGN Batam Wendi Purwanto, Senin (26/1/2026) di Batam Center, Batam. Saat ini, sekitar 8ribu lebih, sudah mendaftar untuk sambungan Jargas di Batam.

“Kontruksi untuk program sambungan Jargas 2026, sudah mulai Februari 2026,” kata Wendi.
Diakui, sambungan baru itu akan dipasang di 30 perumahan, di tiga kecamatan. Masing-masing, kecamatan Sagulung, Batam Kota dan Batuaji. “Kalau di Sekupang atau Tiban, itu tambahan nanti,” bebernya.
Dengan demikian, jika target itu tercapai hingga akhir 2026, maka rumah tangga pengguna Jargas di Batam mencapai 19.034 pelanggan. Hingga Desember 2025 lalu, jumlah pengguna Jargas di Batam, untuk rumah tangga 8.829. Kemudian, pelanggan kecil 92 dan komersial industri 113.
Melalui program Jargas ini, calon pengguna tidak dipungut biaya atau gratis, dari pipa induk ke pipa dinas untuk sambungan ke meteran gas pelanggan, hingga pipa instalasi, sambungan dari meteran ke kompor.
“Pemasangan jaringan hingga dapur, gratis hingga 15 meter. Jika lebih, baru ada dikenakan biaya tambahan,” beber Wendi.
Saat ini, pipa induk gas bumi di Batam, sudah terpasang sekitar 268 km. Dengan demikian, maka target yang dicanangkan pemerintah dan PGN pusat, diyakini bisa terealisasi pada tahun ini.
“Kita yakin, target tahun ini. Karena kita sudah mulai kontruksi Februari 2026. Tahun lalu agak lambat, karena kita mulai pemasangan, Oktober 2025,” imbuh Wendi.
Secara khusus, Wendi membeberkan kemudahan yang akan diterima, ketika Jargas sudah tersambung ke dapur masak. Dimana, pelanggan atau pengguna Jarga akan mendapat efisiensi biaya. Program Jargas ini juga menjadi transisi energi nasional dalam mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan LPG subsidi 3kg.
“Pelanggan juga tidak tergantung dengan LPG subsidi 3kg. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran atas kelangkaan gas. Energi sudah bisa dinikmati dengan harga kompetitif dan pasokan yang stabil,” harap Wendi.(am)









