13.8 C
New York
Kamis, Desember 1, 2022
spot_imgspot_img

Pusat Gernas BBI Nasional Digelar di Kepri Maret 2022

Batam – Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Kepri, Musni Hardi K Atmaja mengungkapkan, penunjukan Provinsi Kepri, sebagai pusat pelaksanaan kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dimana, Gernas BBI dibentuk untuk lebih mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM).

Hal itu diungkapkan Musni Hardi, Senin (17/1/2021) di Batam. Dikatakan, hal itu berangkat dari Keputusan Presiden No.15 tahun 2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). “Perlu kami sampaikan bahwa pada bulan Maret 2022 Provinsi Kepulauan Riau terpilih menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Gernas BBI secara Nasional,” kata Musni.

Disebut, Gernas BBI dibentuk untuk lebih mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UKM, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Perjalanan menuju bulan Maret 2022 sebagai puncak kegiatan dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat tidak terkecuali dari para petani.

Dengan berusaha meningkatkan produksi lokal tentu ini berkontribusi terhadap kedaulatan pangan nasional dan juga berkontribusi terhadap mempertahankan dan memperkaya sumber daya alam yang kita miliki saat ini.

“Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia Kepulauan Riau terus berupaya dalam mengendaikan inflasi volatile food terutama kestabilan harga komoditas cabai merah,” bebernya.

Dengan peningkatan produksi lokal, termaksud cabai, menjadi bagian dari Gernas BBI. Pada tahun 2019 melalui pedoman pengembangan model bisnis Cabai yang diberikan oleh Departemen Pengembangan UMKM Kantor Pusat, Bank Indonesia Kepri mulai melakukan implementasi model bisnis pengembangan Cabai Merah yang dikombinasikan dengan penerapan teknologi budidaya Produksi Lipat Ganda (Proliga) dari BPTP Provinsi Kepri.

“Implementasi pertama difokuskan pada peningkatan produksi dengan demplot 1 ha lahan di Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok Kota Batam. Implementasi ini membuahkan hasil peningkatan produksi total sebesar sebesar 17% dari sebelumnya 18 ton/ha menjadi 21.07 ton/ha,” sambungnya.

Berangkat dari keberhasilan ini, Bank Indonesia Provinsi Kepri berupaya untuk mendorong replikasi penerapan model bisnis dan teknologi proliga ini kepada kelompok tani lain di berbagai kota di Provinsi Kepulauan Riau melalui pelatihan dan sekolah lapang yang dilakukan secara hybrid baik fisik maupun virtual, tentunya hal ini didukung dengan pedoman replikasi yang dibentuk oleh Departemen Regional Kantor Pusat dan juga dukungan dari berbagai stakeholders di daerah khususnya Dinas Pertanian Provinsi Kepri maupun Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota.

“Total replikasi yang telah dilakukan selama tahun 2020 sampai dengan 2021 adalah terjadinya perluasan lahan menjadi 11 ha dari demplot awal sebesar 1 ha. Sedangkan total kelompok tani yang terlibat juga meningkat dari sebelumnya 1 poktan menjadi 6 poktan yang terfokus di 2 (dua) wilayah yaitu Kota Batam dan Kabupaten Karimun,” imbuhnya.(am)

Related Articles

Stay Connected

143FansSuka
51PengikutMengikuti
28PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles