Kepri di Perbatasan Cermin Indonesia, Butuh Figur Baru Agar Lebih Maju

oleh -
oleh

Tanjungpinang – Beberapa bulan kedepan, pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, kembali akan dilaksanakan secara serentak. Termaksud, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Periode 2025 – 2030.

Sejumlah pihak juga mulai digaungkan, baik oleh Penyelenggara Pemilu, Partai Politik serta tokoh-tokoh yang memiliki hasrat untuk ikut berkompetisi. Dinamika politik yang berjalan, mendapatkan tanggapan sejumlah pihak. Mulai pengamat politik hingga masyarakat Kepri.

Diantaranya, Ketua 1 Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Kepri-Kota Tanjungpinang, Dato Wan Rafiwar. Dato Wan mengharapkan, kompetisi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, harus bisa memberikan beberapa alternatif figur yang berpotensi memimpin Kepri kedepannya.

“Kepri butuh figur baru, agar lebih maju dari saat ini. Kepri di perbatasan, merupakan cermin Indonesia. Sehingga harus lebih maju,” kata Dato Wan.

Terkait sosok ini, Dato Wan memberikan perhatian khusus, terhadap tokoh, yang saat ini menjabat Kapolda Kepri, Irjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah. Dia memperhatikan Yan Fitri, selain karena putra daerah, juga memiliki perhatian besar untuk Kepri.

“Itukan putra daerah yang lahir dan dibesarkan di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri. Sosok beliau ini, saya rasa juga patut dipertimbangkan untuk memecah kebuntuan kepemimpinan daerah kedepannya” ujarnya

Menurut dato Wan Rafiwar, Provinsi Kepri, membutuhkan figur baru, dengan visi dan misi yang berbeda. Pembangunan kedepan, perlu inovasi baru. Sehingga tidak tergambar, Kepri kedepan sama dengan Kepri saat ini.

“Kita butuh figur baru dengan inovasi baru. Agar, kita tidak melihat Kepri kedepan, sama dengan Kepri saat ini,” bebernya.

Menurutnya, terobosan-terobosan baru dalam pembangunan Kepri kedepan, bisa diperoleh dari figur baru. Salah satunya, dari sosok Yan Fitri. “Kita figur baru dengan gagasan baru pembangunan Kepri yang lebih baru dan inovatif. Mulai pengelolaan kekayaan alam, pembangunan infrastruktur, pengembangan Investasi, SDM dan lainnya,” harapnya.

Ditambahkannya bahwa, “Saat ini kita butuh pemimpin yang bisa mengayomi semua lapisan tanpa ada batasan bahkan membeda-bedakan antara satu dengan lainnya. Jika sudah menjadi pemimpin maka tentu adalah milik semua masyarakat, tidak boleh lagi ada sekat menyekat apalagi dikotomi ini orang siapa, itu orang siapa.

“Saya pikir sosok Pak Yan Fitri ini sosok yang tepat, selain beliau adalah putra daerah. Sosok Pak Yan dikenal sangat merakyat dan dekat dengan siapapun tanpa sekat, kendati beliau adalah Kapolda Kepri. Soal pengalaman dan kemampuan dalam memimpin, sesuatu yang tidak perlu diragukan lagi.menjadi kasat reskrim Tanjungpinang, dua kali menjadi Wakapolda. Beliau berhasil dgn baik atas jabatan tersebut,” urainya.

Pembentukan Provinsi Kepri itu ada latar belakangnya, yaitu bagaimana Provinsi yang dibentuk dari seluruh perjuangan, doa dan ikhtiar dari seluruh masyarakat harus kembali kepada masyarakat juga.

“Apa yang kembali itu adalah hasil dari pembangunan itu sendiri, maka pemimpin harus bisa memahami ini dengan baik. Dan menurut saya, sosok Yan Fitri sangat memahami akan hal ini, paham budaye ,mengerti bahase,tegak menjage Marwah. Semoga Kepri menjadi provinsi seperti yang kite harapkan,” harapnya mengakhiri.(am)

No More Posts Available.

No more pages to load.